Skip to main content

TEMPRA : SELALU ADA CINTA DI HATI MAMA UNTUK ARJUNA

TEMPRA : SELALU ADA CINTA DI HATI MAMA UNTUK ARJUNA

“Ketika anak sakit, kita jadi ikut ngerasain anak sakit.”  Sebuah kalimat yang pernah diucapkan oleh orang tua saya. Awalnya sich saya ragu, masa sich? Tapi setelah saya punya anak dan merasakan situasi anak sakit itu? Mulai dari ikutan lemes, enggak nafsu makan sampai tidak mood melakukan segala aktivitas. Seolah merasakan sakit yang dirasakan sang anak. 

Dan seminggu yang lalu, saya merasakan situasi yang seperti itu. Arjuna sakit, sehari-hari hanya tiduran, tidak mau minum susu, tidak mau makan. Dalam hati rasanya sakit banget.

Saat Arjuna sakit, rumah memang terlihat rapi. Saya enggak capek ngejar dia ke sana-kemari. Tapi, saya benci, saya lebih suka melihat rumah berantakan, ngejar Arjuna ke sana kemari, mendengar dia merengek minta jajan atau dibuatin susu.

Dan yang lebih menyakitkan lagi, berat badan Arjuna turun sampai 8 ons. Di situ saya benar-benar merasa semakin sedih. Padahal selama 3 tahun ini berat badan Arjuna selalu stabil. Kalaupun turun paling banyak hanya 3 ons dan penurunan berat badan Arjunapun bisa dihitung dengan jari.



Berbagai halpun saya lakukan agar Arjuna segera sembuh. Mulai dari membelikan dia makanan yang disukainya sampai dengan memberikan yang namanya obat. 

Berbicara soal obat untuk Arjuna, saya tidak main-main. Saya biasanya memberikan TEMPRA Syrup untuk Arjuna. 

Kenapa TEMPRA Syrup?
Tempra Syrup bebas dari alkohol, aman di lambung anak, tidak perlu dikocok (larut 100%), dosisnya tepat.



Tempra Syrup ini memiliki rasa anggur (untuk anak usia 1-6 tahun) dan rasa jeruk (untuk 6 tahun ke atas). Setiap 5 ml Tempra mengandung 160 mg paracetamol. Dan Tempra mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit
Indikasi: Untuk meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit  kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi atau atas petunjuk dokter
Dosis: Gunakan sesuai anjuran dokter, bila perlu satu dosis setiap 4 jam, namun tidak lebih dari 5 kali sehari.

Umur                                                  
Dosis
Dibawah 2 tahun                             
Sesuai petunjuk dokter/gunakan Tempra Drops
2 – 3 tahun                                          
5 ml
4 – 5 tahun                                          
7,5 ml
6 – 8 tahun                                          
10 ml/gunakan Tempra Forte

Tersedia gelas takar dengan dosis yang tepat di dalam kemasan

Kelebihan dosis: paracetamol dalam dosis berlebih dapat menimbulkan keracunan hati pada beberapa penderita.  Bila hal ini terjadi, segera hubungi Rumah Sakit terdekat.
Peringatan: Bila masih demam lebih dari 2 hari (48 jam) atau bila masih merasa sakit (nyeri) lebih dari 5 hari, hubungi dokter anda.  Seperti halnya dengan obat-obat lain, jika anda hamil atau menyusui bayi, mintalah nasihat dokter sebelum menggunakan obat ini.
Efek samping: Penggunaan dosis tinggi dapat menimbulkan kerusakan hati, reaksi hipersensitif
Kontraindikasi: Jangan digunakan pada penderita yang menderita kerusakan hati dan alergi terhadap paracetamol
Simpan pada temperatur kamar 25°C - 30°C lindungi terhadap cahaya


Kesehatan itu mahal harganya, Arjuna adalah prioritas, jika Arjuna sakit, saya juga merasakan sakit. Melihat Arjuna sehat, seria, hati jadi senang. Saya ngantorpun juga tenang. Berbeda ketika pas Arjuna sakit, di kantorpun saya tidak bisa fokus dengan pekerjaan. Selain itu, pulang kerja pasti Arjuna ogah-ogahan minta gendong. Saya yang biasanya melihat Arjuna usil dan tidak bisa diam, sedih melihat Arjuna lemes.



Anak sehat, mama bahagia. Banyak hal yang bisa saya lakukan bersama anak. Mulai dari bermain bersama sampai dengan liburan. Pokoknya melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan saya dan Arjuna. 

Moms, anak itu prioritas, tentunya tak mau kan melihat anak sakit. Makanya, saya selalu sedia TEMPRA, jika Arjuna mulai panas, saya selalu memberinya TEMPRA Syrup.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra.



Comments

  1. Kesehatan memanh nomor satu ya, Mbak. Untung sedia Tempra.

    Semoga selalu diberi kesehatan ya.

    ReplyDelete
  2. Berat badan anak turun itu bikin galau banget. Semoga Arjuna terus sehat ya mbak ^^

    ReplyDelete
  3. Anaknya lucu banget, genes melihatnya. Semoga sehat terus bunda

    ReplyDelete
  4. Walaupun aku belum punya anak, tapi punya keponakan yang tinggal tepat di sebelah rumah itu jadi ngerasain gimana ga enaknya kalo si kecil sakit. Rewelnya luar biasa, dan bikin kita jadi sedih ya mbak..

    ReplyDelete
  5. Mas juna yg aktif memang harus punya ibu yang super pinter juga.... yg paling penting adalah menjaga kesehatannya....
    Terus jaga kesehatan ya mas juna

    ReplyDelete
  6. TEMPRA memang pilihan yang tepat saat anak demam ya mba

    ReplyDelete
  7. Semua ibuk2 kayaknya sama ya, pas anaknya aktif kesana kemari apalagi pas kita lagi sibuk beberes tu rasanya pengen "ngiket" aja hahaha, tapi begitu sakit hiks kita jd sedih trus bersyukur saat anak masih aktif :D

    Saya jg selalu sedia Tempr di rumah mbak utk anak2 :D

    ReplyDelete
  8. Sehat" terus ya dek juna. Tempra emang cocok buat anak ��

    ReplyDelete
  9. Wihhh Arjuna mainannya banyak euy.. Iya ya mbak, kadang malah kepikiran juga kalau rumah jadi rapi karena si kecil sakit. Kangen sama berantakannya.

    ReplyDelete
  10. Sehat2 ya Juna.. aku bawa tempra klo pergi2 mba, buat jaga2. alhamdulillah cocok ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1