Skip to main content

Nyeri Otot Pada Bagian Tubuh Atas

Nyeri Otot Pada Bagian Tubuh Atas

Mencegah nyeri otot bahu, leher, pundak dan bagian tubuh lainnya adalah dengan berolahraga untuk memperkuat otot. Jika Anda harus duduk di kantor sepanjang hari dalam kurun waktu yang cukup lama, ubah kebiasaan dengan sering bergerak. Dengan begitu rasa sakit dan waktu yang dihabiskan memperbaiki rasa sakit dapat dihindari. Lalu awasi stres psikologis, tekanan di kantor misalnya karena otot tegang seringkali akibat dari stres. Faktor seperti stres atau membebani diri dengan terlalu banyak pekerjaan atau tanggung jawab dapat membuat ketegangan pada bagian tubuh semakin parah. Jika Anda bekerja dalam lingkungan kantor, gunakan setiap kesempatan untuk bergerak dan berolahraga. Berjalan atau naik sepeda ke kantor, gunakan tangga daripada lift atau eskalator. Mendapat cukup oksigen juga dapat membantu melemaskan otot dan dapat mencegah stres dari berkembang dalam otot leher dan bahu.


Ketika Anda sudah terlambat atau sudah terlanjut sakit pada bagian otot, cobalah Hansaplast Koyo sebagai langkah pertama untuk melemaskan otot tersebut. Terapi panas adalah metode sederhana dan efektif yang dapat meredakan rasa sakit akibat ketegangan pada leher, pundak dan bahu serta rasa sakit mekanis. Panas meningkatkan aliran darah, melemaskan jaringan dan dapat membantu pergerakan Anda. Terapi panas adalah metode sederhana dan efektif yang dapat meredakan rasa sakit akibat ketegangan pada leher, pundak dan bahu serta rasa sakit mekanis. Koyo pereda nyeri otot dan pegal seperti Hansaplast Koyo yang mampu memberikan panas yang intensif dan berkelanjutan dan akan melekat dengan nyaman pada leher dan bahu. Fungsi koyo mengeluarkan panas untuk meredakan rasa sakit dan melemaskan otot Anda begitulah kegunaan koyo hangat dan koyo panas untuk tubuh pegal Anda. Perbanyak istirahat juga dapat meredakan nyeri otot lengan. 


Solusi untuk Anda yang mengalami nyeri pada bagian otot leher dan bahu dapat gunakan koyo dari Hansaplast. Terdiri dari 3 jenis yaitu Hansaplast Koyo Hangat, Hansaplast Koyo Hangat Pereda Pegal dan Nyeri Otot, Hansaplast Koyo Panas Pereda Pegal dan Nyeri Otot. 

Comments

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1