Skip to main content

MACAM-MACAM PERMAINAN UNTUK MELATIH MOTORIK ANAK DI USIA EMASNYA


MACAM-MACAM PERMAINAN UNTUK MELATIH MOTORIK ANAK DI USIA EMASNYA

Sebagai seorang ibu, perkembangan sang buah hati adalah suatu hal yang sangat membanggakan. Apalagi baru mempuyai satu anak, duh jangan sampai deh hal-hal kecil terlewatkan. Akan tetapi, perkembangan anak tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebagai seorang ibu, penting sekali memberikan stimulasi kepada anak agar motorik kasar dan motorik halusnya bisa berkembang secara seimbang. Apalagi di usia emas (0 sampai 5 tahun), perkembangan anak sangatlat pesat.


Sebelum saya menjelaskan tentang stimulasi anak, yuk pahami dulu apa itu usia emas atau yang sering disebut golden age?

Golden age adalah usia anak pada masa-masa awal hidupnya di dunia. Golden age adalah usia anak ketika mereka berumur 0 sampai dengan 5 tahun. Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak. Golden Age pada anak adalah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa golden age ini, pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini, terjadi hubungan antara sel-sel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan balita.
 
Bahkan sekitar 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Nah, pada masa-masa ini, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak. Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk. Maka dari itu, pendampingan orangtua sangatlah penting.


Karena begitu pentingnya golden age ini, sebagai orangtua sudah seharusnya untuk menciptakan momen-momen berharga. Di mana kita bisa mendampingi anak saat bermain sembari melatih motoriknya.

Berbicara soal motorik, motorik ada 2 macam yaitu motorik kasar dan motorik halus.
1.    Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik.

2.    Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin.


Lantas, permainan apa saja yang saya berikan untuk Juna untuk melatih motoriknya?

1.    Bermain finger paint dan flubby jelly
Finger painting adalah jenis kegiatan membuat gambar yang dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara langsung denganjari tangan secara bebas di atas bidang gambar, batasan jari di sini adalah semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005). Sementara flubby jelly adalah salah satu sensory play menggunakan jelly.

Saya mengenalkan permainan ini disaat usia Juna masih 1,5 tahun. Permainan ini memang kotor, akan tetapi baik untuk stimulasi motoric halusnya Juna. Dan Juna juga terlihat sangat senang sekali.


Tujuan utama saya mengajak Juna bermain finger paint dan flubby jelly adalah : mengenalkan tekstur, bermain warna (sekaligus mengenalkan warna), dan mengembangkan panca indera (indera peraba) serta mengembangkan motorik halusnya


2.    Bermain playdough
Juna mulai bermain playdough sedari usianya 2 tahunan sampai sekarang. Akan tetapi, playdough yang dimainkannya adalah playdough buatan sendiri, jadi amanlah. Dan sekarag, di sekolahnyapun juga sering memainkan playdough yang dibuatkan oleh ibu gurunya.



Bermain playdough ini juga banyak sekali manfaatnya, Antara lain :
-       Melatih kemampuan sensorik anak melalui sentuhan dan anak akan mengenal tekstur
-       Anak akan berfikir bagaimana cara bermain playdough dan menciptakan sesuatu dengan playdough.
-       Anak bisa bermain sesuka hati dan bisa berimajinasi dan mengembangkan kreatifitasnya
-       Kosa kata anak akan bertambah karena dia mulai mengerti apa itu  meremas, mengguling, membuat bola dan berputar. Itu adalah kata-kata yang sering didengar anak saat bermain playdough
-       Bermain playdough dengan berbagai macam warna, anak bisa bereksperimen soal mencampur berbagai macam playdough menjadi satu
-       Anak belajar mengenal bentuk dan mencetak

3.    Bermain water beads
Permainan ini bisa dibilang lumayan berbahaya jika anak memakannya. Makanya, saat saya mengenalkan water beads ke Juna, saya mewanti-wanti dan memberitahunya kalau ini mainan dan kalau dimakan bisa berbahaya.

Saya mengenalkan water beads ke Juna disaat dia sudah mulai mengerti saat dinasehati. Usianya kala itu sudah menjelang 3 tahun.


Bermain water beads ini sebenarnya juga banyak kok manfaatnya, Antara lain :
- Anak belajar mengenal tekstur (water beads mudah digenggam dan bahkan bisa diremas hingga hancur, sehingga melatih motorik kasar anak). Melatih menyentuh, menggenggam, meremas. Anak belajar memegang benda yang mudah rusak dengan hati-hati.
- Warna-warni pada water beads bisa mengajarkan anak tentang warna dan belajar sorting warna (memilah beads berdasarkan warnanya)
-  Mengajarkan anak pada permainan mudah berhitung. Ini bisa diajarkan secara simpel, seperti menghitung sampai 10, mengelompokkan beads hingga sejumlah tertentu sesuai angka yang ingin kita ajarkan pada anak
-  Melatih kesabaran dan konsentrasi anak. Tentunya ketika bermain mensortir warna dan jumlah, anak diajarkan untuk telaten memisah-misahkan beads berdasarkan kategori warna tertentu
- Untuk usia dibawah 9 bulan bisa bikin Sensory Bottle untuk melatih panca inderanya.

4.    Bermain pasir kinetik
Anak mana sih yang tidak kenal pasir kinetik? Permainan yang satu ini kan sedang booming. Bahkan di mall, di pasar malam, di alun-alun kota sampai dengan di car free day pun ada loh permainan yang satu ini.

Di rumah, sayapun juga menyediakan pasir kinetik buat Juna. Biasanya kami main bersama.


Bermain pasir kinetik ini  banyak manfaatnya, Antara lain :
-       Melatih motoric halus anak
-       Memberi sensori baru pada anak
-       Melatih anak untuk berfikir kreatif
-       Membantu anak untuk focus dan tenang

5.    Bermain lego
Lego ini adalah mainan favoritnya Juna. Dia punya beberapa macam lego atau block. Mulai dari ukuran kecil sampai besar, lego jadul, bombik, kreatif lego sampai dengan lego bentuk pipapun ada. Secara, Juna ini anaknya mudah bosan tetapi ketika dia disibukkan dengan permainan ini, dia akan fokus dan mulai berimajinasi.

Manfaat bermain lego. Antara lain :
-       Mengenalkan warna, bentuk dan ukuran
-       Melatih kemampuan motoric anak
-       Mengembangkan kemampuan spasial anak
-       Mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak
-       Melatih kemampuan logika dan memecahkan masalah
-       Mengembangkan kemampuan bercerita dan bermain peran
-       Melatih kemampuan bersosialisasi


6.    Bermain puzzle
Awal Juna bermain puzzle itu dari smartphone. Dilanjut ada diskon mainan puzzle di salah satu akun online shop, akhirnya saya membelikan puzzle buat Juna.


Puzzle ini juga termasuk mainan favoritnya Juna setelah lego. Secara, bermain puzzle ini bisa melatih motorik halusnya Juna. Selain itu, manfaat bermain puzzle, Antara lain :
-       Bermain puzzle akan membantu memecahkan masalah
-       Mengembangkan koordinasi mata dan tangan
-       Mengembangkan keterampilan kognitif
-       Melatih kesabaran


Nah, itu adalah permainan-permainan yang saya berikan ke Juna sembari melatih motoriknya. Sebenarnya bukan itu saja sih, Ayahnya juga sering mengajak Juna bermain musik. Biasanya Ayahnya Juna mengajak Juna bermain drum atau piano. Selain itu, untuk melatih motori kasarnya Juna, saya biasanya membiarkan Juna bermain bola bersama teman-temannya, setiap weekend mengajaknya bersepeda pagi, kalau senggang saya juga mengaj Juna bermain ke taman kota karena di taman dia bisa berlari sesuka hati, bermain perosotan, bermain ayunan, naik turun tangga, saya terkadang juga mengajak Juna berenang.



Awalnya, saya memang sempat khawatir saat Juna memilih bermain yang lumayan ‘ekstrim’. Akan tetapi, jika itu baik untuk perkembangan motorik kasarnya, kenapa tidak?

Oh ya, memberikan stimulasi motorik anak ini juga tidak sebatas melalui permainan saja hlo. Akan tetapi, kita juga bisa melatih motorik anak lewat makanan.


Kalau saya sih, memberikan Juna Monde Boromon Cookies. Makanan selingan untuk anak usia 1 sampai 5 tahun ini mudah meleleh saat kena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi, membantu anak untuk mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan.

Selain itu, yang saya suka dari Monde Boromon Cookies ini karena :
1.    Bebas gluten karena terbuat dari tepung kentang sehingga lebih mudah dicerna perut.
2.    Mengandung manfaat madu dan minyak ikan.
3.    Memiliki tekstur yang lembut dan meleleh di mulut.
4.    Terdaftar di BPOM RI dan halal MUI.
5.    Cocok untuk anak usia 1-5 tahun.

Komposisi lengkapnya bisa dilihat di bawah ini :


Monde Boromon Cookies ini juga bisa dibawa ke mana-mana hlo. Kemasannya praktis, dalam satu kotak berisi 6 pcs. Di mana persajiannya itu mengandung 3mg omega-3 dan 3mg DHA.

Monde Boromon Cookies ini bisa dibeli di MONDEMART. Perkotak hanya Rp 12.500,- saja kok. Yakin deh anak-anak pasti suka, saya saja suka kok. Heheh… LOL

Comments

  1. Kalau kesukaan Intan main lego sama main air... Ini masih cari2 ide permainan buat dia juga sih . Makasih inspirasinya ya mama juna 😍

    ReplyDelete
  2. Dunia anak adalah bermain. Saat bermain sebanarnya dia belajar banyak hal. Stimulasi permainan yang tepat akan membuat kemampuannya berkembang optimal. Semangat Junaaaaa
    Kapan2 main lego bareng kakak Prema ya, Juna

    ReplyDelete
  3. Mbaaak.. Kreatif banget bikin mainan buat si kecil.. Kalau ada buat anak umur SD y.. Hehe

    ReplyDelete
  4. Cookies nya bisa buat sang mama gak..sepertinya enak..wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Sampai sekarang anak anakku masih suka main mainan itu semua, padahal mereka semua sudah SD... hehehe

    ReplyDelete
  6. Permainan-permainan di atas udah pernah dilakukan Aiman dan Aira di rumah, kalau cookiesnya belum nih. kapan-kapan beliin buat anak-anak ah

    ReplyDelete
  7. Wan permainan edukatif Juna komplit yaaa, jadi reminder neh agar lebih sering ngajakin Duo Ai bermain edukasi juga.

    ReplyDelete
  8. Wah lengkap sekali ya ternyata fungsi permainan untuk motorik anak. Mirip-mirip permainan yang dimainkan kakak Najla dan Adik sara nih

    ReplyDelete
  9. Wah lengkap sekali permainan untuk melatih motorik anaknya mbak. Anak saya paling suka main Lego dan Alhamdulillah anteng deh kalau main Lego.

    ReplyDelete
  10. Aku inget pas dek Juna minta dibeliin pasir kinetik sama pak Wen, eh apa sama mamanya ya? Hihi, yang di status WA itu loh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1