Skip to main content

BROTHERS INN : HOTEL MURAH DI SOLO


BROTHERS INN : HOTEL MURAH DI SOLO

Finally, akhirnya bisa ngajak Juna ‘bobok’ hotel. Setelah sejak dari awal liburan tapi baru terlaksana kemarin karena emaknya sok sibuk. Dan kemarin pun cuma nginep di hotel bintang 2 karena Minggunya saya ada acara KEB Intimate (tunggu reviewnya di diajengwitri.id ya, Moms?!).



Moms, menurut saya nih, Brothers Inn ini recommended buat para traveler yang butuh tempat buat tidur doang. Tapi enggak recommend kalau buat staycation. Kenapa? Ya fasilitasnya kurang lengkap, tidak ada kolam renangnya dan pilihan kamarnya cuma yang king bed atau twin bed. Tidak ada tuh standar room, superior room maupun deluxe room. Tapi, menurut saya sih sudah lumayan. Pesan kamar sudah plus sarapan.


Loby
Menurut saya, lobby-nya terlalu kecil. Cuma ada beberapa kursi buat menunggu. Tapi tenang, proses check in-nya cepat kok. Cuma diminta KTP sama membayar deposit Rp 50.000,-. Depositnya juga bakalan dikembalikan kok pas check out.


Deket recepsionist nih, ada mbak-mbak yang jual minuman plus cemilan gitu. Harganya murah, Cuma Rp 10.000,- Tapi saya kemarin sih tidak mencoba, lah si Juna mah usil plus kepo. Jadi si emak sibuk ngurus anak.

Area Parkir
Area parkirnya di bawah dan menurut saya sih kurang luas. Okelah kalau bawa motor sih nyaman, tapi kalau bawa mobil? Kurang recommend.

Lift
Brothers Inn ini kan Cuma sampai lantai 9. Sementara saya kemarin dapat kamar nomor 803, lantai 8. Di mana di lantai ini Cuma ada 13 kamar.






Menurut saya, liftnya sih terlalu kecil. Tapi cepet kok, tidak harus jamuran nunggu lift kalau mau naik maupun turun.

Oh ya, di depan lift (di lantai 8), ada nih pemandangan kayak di bawah ini. Ada 2 meja, dan 4 kursi. Di sini mah tempat buat ngerokok, mau menikmati bintang-bintang pasa malam juga asyique. Atau menikmati sunrise. Bagus sih pemandangannya.

Kamar
Kamarnya seluas   . karena saya dapat kamar di pojokan, saya mendapatkan kamar dengan 2 jendela. Satu menghadap ke selatan (jalan raya) dan satu mengadap ke barat (rumah sakit dr. Oen)—oh ya, seklias info : hotel Brothers Inn ini berdekatan dengan RS. Dr. Oen, Sukoharjo.

Kamarnya bersih. Fasilitasnya lumayan, ada 2 meja di samping kiri dan kanan ranjang. Televisi, ada 1 menja kecil di dekat televise plus ada 1 kursi. Ada telepon juga, terus ada 2 air mineral. Ada gantungan baju.






Ada 2 tempat sampah, 1 di kamar mandi dan 1 di bawah televisi. Tapi, di sini tidak dapat sandal, jadi bisa bawa sandal sendiri dari rumah, hehehe.

Oh ya, AC-nya itu dinginnya berasa. Entah karena udaranya memang dingin atau AC. Sudah dikecilin tetap saja saya merasa kedinginan sampai harus dimatikan segala.

Toileters
Toiletnya bersih. Ada wastafel, wc duduk, showers. Nah. aku kurang puas nih sama air hangatnya, kurang hangat, Moms.



Mudahnya mencari penginapan di Solo

Banyak sekali tempat wisata di Solo, ya salah satunya adalah hotel Brothers Inn. Zaman now, mencari hotel di Solo bukanlah hal yang sulit. Apalagi sekarang tuh dunia ada dalam genggaman, bermodalkan smartphone saja kita bisa memilih dan booking hotel sesuka hati.




Kalau biasanya, saya booking hotel lewat pegi-pegi. Sebenarnya pegi-pegi ini tidak hanya buat booking hotel saja sih, tapi kita juga bisa pesan tiket pesawat maupun kereta api. Paket komplitlah soal akomodasi.

Sebelum booking hotel lewat pegi-pegi, pastikan dulu kalau sudah download dan instal aplikasinya ya, Gaes.

Cara booking hotel di pegi-pegi :
1. masuk ke aplikasi pegipegi.com
2. klik hotel

3. masukkan keyword 'kota tujuan' dan tanggal

4. pilih hotel dan pesan



Gimana, Gaes? Mudah banget, kan? Yuk, atur rencana liburan kamu mulai dari sekarang. 2019 itu banyak tanggal merah, hlo. Hehehe…







Comments

  1. Kebetulan sekali saya ada rencana mau ke Solo bulan depan dan setelah baca tulisan mbak jadi punya data mau ke hotel mana. Terima kasih ulasannya sangat bermakna mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…