Skip to main content

Mengapa Kita Perlu Mendukung Anak Indonesia?


Mengapa Kita Perlu Mendukung Anak Indonesia?

Dukungan kepada anak-anak merupakan salah satu hal yang belum dilakukan setiap orang tua dan didapatkan oleh setiap anak di Indonesia saat ini. Sebab, anak-anak dianggap belum mampu banyak berkontribusi dan belum bisa hidup secara mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-harinya. Meskipun demikian, bukan berarti anak-anak tidak membutuhkan dukungan sama sekali. Sebab, dukungan terhadap anak Indonesia sangatlah penting bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Mengapa demikian? Inilah beberapa alasannya



Masa depan bangsa lebih cerah
Tidak seperti orang dewasa, anak-anak tengah berada pada fase tumbuh dan berkembang. Fase tersebut membutuhkan dukungan penuh karena sangat menentukan apakah anak Indonesia bisa menjadi seorang generasi yang unggul di masa depan atau tidak.

Ketika anak-anak berpotensi menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, maka secara tidak langsung masa depan bangsa Indonesia juga akan semakin cerah. Sebab, anak-anak tersebutlah yang nantinya akan menjadi calon pemimpin bangsa Indonesia dan bisa memberikan perubahan besar. Sehingga, dukungan kepada anak-anak Indonesia perlu diberikan terus agar bisa memberikan dampak baik bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Cara melakukan donasi yang lebih mudah
Alasan lainnya mengapa kita perlu mendukung anak-anak di Indonesia adalah proses dukungan yang semakin mudah. Ya, untuk membantu anak-anak Indonesia agar bisa memiliki kehidupan yang lebih baik, saat ini bisa dilakukan dengan memberikan donasi online bersama UNICEF Indonesia. Sehingga, Anda bisa menjadi seorang pendekar anak dengan cara yang praktis kapanpun dan dimanapun Anda berada. Berikut ini beberapa langkah untuk melakukan donasi secara online melalui UNICEF Indonesia.
1.       Kunjungi laman resmi donasi UNICEF Indonesia di link berikut https://www.supportunicefindonesia.org
2.       Kemudian, pilih jenis donasi pendekar anak untuk melakukan donasi setiap bulannya secara otomatis.
3.       Tentukan nominal uang yang ingin didonasikan dan klik bantu sekarang.
4.       Setelah itu, pilih metode pembayaran yang diinginkan serta masukkan data diri seperti nama lengkap, alamat email dan nomor telepon.
5.       Selesaikan proses pembayaran dengan menggunakan kartu kredit agar donasi bisa berjalan secara otomatis setiap bulannya.

Comments

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1