Skip to main content

HAL-HAL YANG BIKIN MAMA BAPER


HAL-HAL YANG BIKIN MAMA BAPER


HALO Mam , selamat bulan Agustus. Sudah merdekakah mama sekalian? Bdw, merdeka dalam hal apa yaaa? Boleh diceritain kok. Tapi kali ini, aku enggak ngebahas tentang itu sih. Aku mau cerita tentang hal-hal yang bikin mama baper. Dan sebenarnya ini nanggepi tulisannya Teh Nuniek.

Baca :

Sebenarnya postingan ini tuh berawal dari curhatan Trio Blogger, yaitu aku, Rohmah dan Teh Nuniek. Aku yang awalnya curhat lantaran diceramahin panjang kali lebar kali tinggi sama seseorang yang ikutan loop gitu deh. Tahu sendiri kan sekarang zamannya loop-loop-an dan berkat loop ini IG @witri_nduz mencapai 10 K.

Aku udah beberapa bulan sih sebenarnya ikutan loop kayak gini dan kebanyakan ikutan yang beda negara. Jadi, udah biasa kalau aku habis tengah malam itu kebangun demi posting poster loop. Dulu, sebagai pemain baru ya akutuh sportif banget. Posting posternya tepat waktu, follow admin, follow semua anggota dan balasannya? Banyak yang enggak folback. Tapi yaudah, kalau lagi selow ya balik kuunfollow, hahaha…


Dan lama-lama, akunya malah sering ikut loop tapi sering lupa juga. Secara yah aku megang 5 akun IG, belum urusan ngeblog dan urusan dunia nyata. Sampai aku rehat beberapa minggu enggak ikutan follow loop, sekalinya ikutan aku lupa posting poster dan follow antar anggota. Admin juga enggak japri tapi aku masuk didaftar yang boleh diunfollow. Okeylah, aku yang salah. Etapi…


Ada anggota yang nge-DM aku. Aku sih enggak apa-apa dan biasa kok dapat colekan missed me, folback ya Kak, yaudah langsung kufolback. Etapi ini berbeda loh mama, aku yang dalam kondisi capek bacanya jadi ikutan emosi. Aku diceramahin dan dikatain unfollow diam-diam, padahal aku memang belum follow dia dan kata-katanya itu menghakimi banget kayak akutuh narapidana tanpa kebenaran. Sumpah, gedeg banget dan baru ketemu satu ini dan okeylah aku enggak perlu saling follow sama orang kayak dia. Hahaha

Follow loop ini memang penting buat aku, followers nambah. Tapi bukan berarti harus jadi jalan permusuhan. Karena sesungguhnya ikutan follow loop kan buat menjalin pertemanan. Misal yang bersangkutan enggak follow, enggak folback tapi kita maunya dia follow kita ya dijapri aja dengan kata-kata yang baik tanpa sok menghakimi (kalau aku) tapi kalau keukeuh enggak mau follow ya kembali ke kita, mau follow dia atau unfollow. Jadi, serius tapi santai dan biasakan positive thinking aja sih.

Jadi kesimpulannya, enggak di folback ini sebenarnya juga salah satu hal yang bikin  mama baper… hahaha… dia emak-emak kok yang nyeramahin aku panjang kali lebar kali tinggi. Hehehe…

Terus, ada hal lain lagi yang bikin mama baper yaitu urusan anak kayak yang dijelasin sama Teh Nuniek. Anak enggak mau maem, perkembangan anak enggak sama dengan anak yang lainnya, dsb… itu memang bikin baper maksimal. Tapi ada lagi loh hal lain yang bikin mama baper yaitu anak berantem di sekolah dan anaknya malah nangis, itu terjadi di depan mata… hiks


Baru kemarin sih aku ngalamin kayak gini, dua kali kejadian dengan anak yang sama pula. Juna berantem, didorong dan dikata-katain. Awalnya sih aku baper maksimal, nih anak ya? Etapi, tetap Juna tak larang membalas dan aku curhat sama Teh Nuniek juga. Alhamdulillah, sekarang sih sudah baik-baik saja dan anaknya berteman. Kebetulan tuh anak yang berantem sama Juna tuh anak baru, ya mungkin belum akrab saja gitu.

Hal lain yang bikin mama baper?

Rekening kosong tuh udah pasti, yekan? Dan saat isi rekening full, di hati terasa ayem tentrem. Tapi kalau kosong? Baper ya, pengen beli apa-apa mikir dan hidup kok gini banget… hahaha

Lihat mama lain wajahnya lebih kinclong? Enggak baper sih cuma aku pengen aja. Tapi pas ada duit mau perawatan ya mikir, saying banget mending ditabung. Hehehe. Lagian kalau suami udah suka, mau kinclong mau burem yaudah yang penting dirawat.

Sementara soal berat badan, kalau mama-mama lain kan biasanya pas belum nikah tuh pada langsing-langsing. Setelah nikah jadi berisi. Kalau aku? Sebaliknya! Aku sih pede aja tapi yang bikin baper itu omongan orang yang kadang sok tahu : kurang Bahagia, ya? Enggak diopeni suami ya? Bla… blaaaa…

Itu aja sih hal-hal yang bikin mama baper versi aku. Kalau mama-mama lainnya, biasanya hal apa sih yang bikin baper? Share yuk diskusi bareng aku 😊

Comments

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…