Skip to main content

CELOTEH ARJUNA (2)



CELOTEH ARJUNA (2)

Maunya sich update celoteh Arjuna entaran ajah, tapi Mamah udah enggak sabar. Soalnya, ternyata, beberapa hari ini Arjuna getol banget ngedrama. Drama apalagi cobak kalau bukan DRAMA BOBOK HOTEL?

Enggak tahu dech mau ngomen apa, nih kode apa apa sich Jun? Kantong Mamah lagi mengering, make up Mamah sudah mulai habis, baju kamu juga sudah banyak yang kekecilan, sementara itu masih ada ajah yang membeku dan belum mencair dan dikau? Bobok hotel?

Arghh...



Jadi, drama bobok hotel ini akhirnya bukan hanya sekedar mantra agar Juna mau makan dan mau mandi. Iyaaa... mau makan, asal ntar bobok hotel. Mau mandi, asal ntar bobok hotel. Ditanya hotel mana, jawabnya Solo...


Celoteh 1
Mamah mau berangkat kerja, Juna bangun tidur.
Juna : “Mamah mau kerja?” (sambil ambil hape Mamah dan dipinjam buat lihat yutub.)
Mamah : “Iya.” (sambil dandan.”
Juna : “Juna ikut Mamah kerja.” (mewek)
Mamah : “Anak kecil enggak boleh ikut kerja dong. Mamah kan kerja nyari uang.”
Juna : “Buat bobok hotel?”
Diam sejenak.
Mamah : “Iya...”

Celoteh 2
Sore hari Ayah pulang kerja. Dengar motor Ayahnya langsung lari nemuin Ayahnya.
Juna : “Ayah, mau bobok hotel?”

Celoteh 3
Hari berikutnya. Ayah libur kerja. Mamahnya pulang kerja. Dengar motor Mamahnya langsung lari nemuin Mamahnya. Biasanya dia nanya, “Mamah beli apa?” tapi kali ini enggggaaakkkk....
Juna : “Mamah, ayow bobok hotel!”

Laaahhhhh.... nih anak. Pakai cerita lagi ke Akung dan Uti, Juna mau bobok hotel sama Ayah sama Mamah. Dan itu, hampir tiap menit diucapin. Gimana perasaan ngana? Emangnya bobok hotel itu murce apa, Nak?

Dan... skipppp

Ke cerita lainnya. ini celotehnya kemarin. Wajah Juna surem banget, lirikannya bikin enggak kuat. Gayanya marah gitu.
Juna : “Juna marah!”
Uti : “Marah sama siapa?”
Juna : “Juna marah sama Uti!”
Uti : “Lah kenapa marah sama Uti. Harusnya Uti yang marah ke Juna, Juna kan nakal.”
Juna : “Nggak. Uti nakal, Juna marah sama Uti.”

Dan begitulah...

Juna ngeributin ngajakin bobok hotel plusss... dikit-dikit marah. sore harinya pun gitu sama Mamahnya.
Mamah : “Mamah marah. Juna nakal!”
Juna : “Juna marah, Mamah nakal.”


Mamah : “Juna yang nakal!”
Juna : “Mamah yang nakal!”

Pun seterusnya...

Comments

  1. Hehe kerja buat bobok hotel, lucu deh Arjuna. Jadi ingat anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... anak zaman now...

      yuk anak-anaknya diajak bobok hotel, Mbak...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL. Sudah punya rencana mau liburan, tapi gagal total karena Si Kecil demam. Pernah ngalaminnya enggak, Mak? Kalau saya sih pernah ngalaminnya. Jauh-jauh hari sudah berencana liburan, sudah bikin list mau ke mana dan ngapain saja sampai sudah nyiapin semuanya, eh tapi...
Kecewa dan sedih sih pasti. Etapi lebih sedihnya lagi itu ngelihat Si Kecil yang dikit-dikit rewel. Jangankan jadi mikirin liburan, mikirin gimana nurunin demamnya Si Kecil dan bikin Si Kecil ceria kembali saja sudah menguras pikiran. Huft...


Sebenarnya, demam itu bukanlah penyakit loh, Mak. Akan tetapi, demam merupakan sebuah gejala. Dan biasanya, demam lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan pada bayi belum terbentuk secara sempurna.
Penyebab demam sendiri juga bukan suatu yang serius atau gawat. Akan tetapi, sebagai ibu, kita perlu mengetahui apa penyebab demam. 1.Infeksi saluran pernafasan : infeks…