Skip to main content

Inilah Akibatnya Jika Bedak Bayi Anda Mengandung Talk!!

Inilah Akibatnya Jika Bedak Bayi Anda Mengandung Talk!!

Perawatan bayi merupakan salah satu perawatan yang mesti ekstra hati-hati. Hal itu tidak lain karena kondisinya yang masih belum kuat atau lemah dalam banyak organ. Saat orang tua hendak merawat bayi, pastikan perawatannya bisa membuat bayi aman, baik itu dari caranya maupun dari bahannya. Salah satu yang mesti diperhatikan dalam perawatan bayi ialah pemilihan merk bedak bayi yang aman. Saat orang tua hendak memilih bedak bagi bayi, pastikan kandungan yang terdapat pada bedak tidak mengandung talk. Apa itu talk dalam kandungan bedak? Talk adalah salah satu mineral yang mengandung silikat magnesium terhidrasi dan merupakan batuan mineral yang dimanipulasi sedemikian rupa menjadi bubuk halus.


Lalu apa yang berbahaya dari talk tersebut? Yang berbahaya dari penggunaan talk ialah partikel di dalamnya saat dimanipulasi sedemikian rupa hilang maupun tertinggal. Nah, partikel-partikel tersebut banyak dikatakan dalam jurnal kesehatan bisa beresiko tinggi merusak salah satu organ terpenting, yaitu paru-paru. Bisa dibayangkan, bayi yang memiliki kondisi yang lemah, dihadapkan pada kandungan partikel jahat seperti itu. Paru-paru yang seharusnya berkembang sehat, malah menyebabkan bayi menderita dan hal yang jadi penyebabnya ialah keberadaan kandungan talk dalam bedak yang digunakan bagi bayi. Seperti yang telah dituliskan di paragraf pertama, diperlukan kehati-hatian setiap orang tua saat merawat bayi, terutama dalam pemilihan bedak bayi yang mengandung talk.


Merk bedak bayi yang aman bisa dikatakan ialah bedak yang tidak memiliki kandungan talk di dalamnya. Hal yang perlu diingat dan diaplikasikan ialah jangan sampai hal seperti ini orang tua tidak tahu. Pemilihan bedak yang merupakan hal sederhana biasanya banyak diabaikan banyak orang tua. Padahal, apabila mengetahui dampaknya bisa sangat menyusahkan dan membuat menderita semua orang, terutama si kecil. Selain keberadaan talk yang mesti dihindari, keberadaan wangi yang mencolok dan bedak bayi bubuk pun mesti dihindari. Ketiga hal tersebut merupakan hal yang bisa membahayakan keamanan bayi terutama mengingat kondisinya yang masih lemah.

Comments

  1. Wah, saya baru tahu lho ini mbak. Setelah ini kalau beli bedak akan saya cek deh,makasih infonya ya mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL. Sudah punya rencana mau liburan, tapi gagal total karena Si Kecil demam. Pernah ngalaminnya enggak, Mak? Kalau saya sih pernah ngalaminnya. Jauh-jauh hari sudah berencana liburan, sudah bikin list mau ke mana dan ngapain saja sampai sudah nyiapin semuanya, eh tapi...
Kecewa dan sedih sih pasti. Etapi lebih sedihnya lagi itu ngelihat Si Kecil yang dikit-dikit rewel. Jangankan jadi mikirin liburan, mikirin gimana nurunin demamnya Si Kecil dan bikin Si Kecil ceria kembali saja sudah menguras pikiran. Huft...


Sebenarnya, demam itu bukanlah penyakit loh, Mak. Akan tetapi, demam merupakan sebuah gejala. Dan biasanya, demam lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan pada bayi belum terbentuk secara sempurna.
Penyebab demam sendiri juga bukan suatu yang serius atau gawat. Akan tetapi, sebagai ibu, kita perlu mengetahui apa penyebab demam. 1.Infeksi saluran pernafasan : infeks…