Skip to main content

PERKEMBANGAN ARJUNA USIA 18 BULAN

PERKEMBANGAN ARJUNA USIA 18 BULAN


PERKEMBANGAN ARJUNA USIA 18 BULAN. Di usia BabyJuna yang menginjak 18 bulan, tidak banyak mengalami perkembangan yang signifikan. Hampir sama dengan perkembangannya di usia 17 bulan, hanya saja lebih mudah dipahami sewaktu memasuki usia 18 bulan.



Di usia 18 bulan, BabyJuna memang sudah bisa berlari, naik tangga sudah mahir, tetapi saat turun tangga masih membahayakan. Kalau jalan terkadang maju mundur, atau sambil berjinjit. Tapi pernah juga bikin mamahnya deg-deg ser saat BabyJuna berputar-putar.


Soal mainan, BabyJuna sudah bisa memilih mainan kesukaan, yaitu mobil dan bola. Setiap ke warung ada yang jual kedua mainan tersebut, pastilah langsung mendekat dan minta. Secara, di usia BabyJuna yang menginjak 18 bulan, BabyJuna itu sudah mudheng jajan, suka ngajak ke sana ke sini sambil nunjuk. Dan dia juga sudah mudheng kalau ada orang jualan keliling lewat atau naik kereta kelinci yang seminggu sekali lewat.


Etapi, BabyJuna itu sedikit malas kalau diajarin ngeberesin mainannya. Enggak mau. Tapi kalau ngeberantakin mah hobi banget. Bahkan sudah mulai terima bongkar tidak terima pasang alias suka bongkar-bongkar mainannya.


Kalau mainan yang ada baterainya, suka dibuka dan baterainya diambil. Bahkan, dia punya mainan truk gandeng tapi sekarang udah enggak gandeng lagi karena dirusak.  Pernah punya kereta api dan dipatahin gerbong-gerbongnya. Dan, kalau sudah rusak, dia pasti bilang, “Ucak”. Iya maksudnya rusak dan maunya diperbaiki. Endingnya, emaknya harus beliin lagi kalau mainannya sudah enggak bisa diperbaiki. Bahkan pernah marah dan nangis karena mainannya rusak dan enggak bisa dibenerin lagi.



Dan masih soal mainan, Alhamdulillah sih enggak pelit. Kalau ada orang datang atau teman datang mah malah dipinjami mainan. Hehehe. Tetapi BabyJuna kalau main ke tempat teman juga suka pinjam mainan temannya loh.


Soal bermain sama teman, dia bisa bedain sih main sama temen cowok dan cewek. Suka meluk dan mencium temen ceweknya. Hehehe. Dan kalau main sama anak yang lebih tua darinya, suka dekat-dekat sambil minta dipangku. Tetapi kalau sama teman yang usianya di bawahnya itu suka mencium. Pernah loh makan bareng, ada anak usianya di bawahnya BabyJuna, eh BabyJuna maunya nyuapin. Kalau enggak sih, anak yang usia di bawahnya BabyJuna, mintanya disuruh naik stroler dan BabyJuna yang ngedorong sambil diminumin susunya.



Sementara kalau lagi bepergian nih, BabyJuna itu sudah bisa menunjuk apa yang dia mau dan juga menunjuk mau ngajakin ke mana. Kalau enggak sesuai kemauan, sering banget nangis. Begitupun kalau nonton tivi atau mainan tablet. Intinya sih, BabyJuna sudah bisa menunjuka hal apa yang diinginkan dan BabyJuna juga sudah mulai bisa menyebut nama-nama barang di sekitarnya.


Sementara soal bahasa dan berbicara, ini yang kadang bikin saya was-was. BabyJuna yang sekarang itu gampang banget meniru apa yang diucapkan oleh orang lain. Semisal adik saya manggil saya Mbak Tri, BabyJuna langsung ikut-ikutan Mbak Ti. Padahal dia udah tahu dan udah bisa manggil mamah, ayah, mbah ti, mbah kung, beti dan yang lain-lainnya.



Yang membuat saya khawatir tingkat tinggi itu justeru kalau bermain. Saya enggak mungkin tho mengurung BabyJuna terus menerus. Pasti saya juga ngajarin dia bersosialisasi dan kenal dengan para tetangga. Tetapi antara tetangga satu dengan yang lain itu ngomongnnya berbeda-beda bahkan ada yang jorok. Duh, saya takut kalau anak saya ngomong jorok.


Sebenarnya, bahasa berbicara saya sama BabyJuna itu kalau enggak pakai Bahasa Indonesia ya pakai Bahasa Jawa halus. Etapi, ada tetangga yang malah ngajak ngomong BabyJuna dengn Bahasa Jawa kasar, alhasil BabyJuna pun malah ikut-ikutan. Mau negur tuh tetangga ya malah jadi masalah, yang ada saya dibilang orang tua yang rumit. Duh, yang seperti ini yang terkadang bikin dilema tingkat tinggi.


Dan satu lagi perkembangan BabyJuna diusia 18 bulan ini, BabyJuna sudah bisa membedakan gimana meluk dan gimana mencium serta sudah punya rasa cemburu sekaligus mulai ngebohong loh. Wuaduh...


Ya, BabyJuna itu bisa banget bedain gimana memeluk, gimana mencium dan sampai gimana memukul. Wuaaa.


Soal cemburu, kadang dia cemburu banget kalau saya mainan gadget. Kadang kan kalau nemenin BabyJuna mainan, saya pegang tablet, tabletnya dimintai, dibuang atau pernah juga diinjak. Untung saja enggak rusak. Terus, kadang juga ngambek loh kalau mamah atau ayahnya ngajakin anak lain.


Soal ngebohong, kadang enggak PUP bilang PUP, enggak pipis bilang pipis. Dikelonin pura-pura merem padahal enggak tidur. Duh... sudah ada akal pokoknya.


Dan itulah perkembangan BabyJuna diusianya yang menginjak 18 bulan. Dan kita lihat sebulan ke depan, apa perkembangan BabyJuna di usianya 19 bulan....  J





Comments

  1. wkwkwkwk. perlu berhati2 main gadget supaya Juna ga ngambek :D
    banyak juga ya mba perkembangannya Juna :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sih, iya anaknya udah mudheng cemburu nih
      Wkwkwkwk

      Padahal dia juga udah aku kasih sendiri loh...

      Delete
  2. Kayaknya Juna emang butuh perhatian lebih tuh, jadi cemburu dan suka bohong ya, Wit. Main gadget nya mending pas Juna tidur aja, hehehe

    ReplyDelete
  3. Wah, Arjuna seangkatan sama Dema anak keduaku ternyata. Ntr sekolahnya seangkatan tuh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Dema... salam kenal dari Arjuna :)
      Iya, nanti seangkatan yak :)

      Delete
  4. Suka banget lihat anak kecil. Ini Juna seumuran sama adikku, namanya Lintang :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH
MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH. Bahagia itu pilihan, tergantung bagaimana kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita. Kita enggak bisa mengatur mulut banyak orang, tapi kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita agar kita bisa BAHAGIA.
Kalau saya pikir sih, iya juga. Efek terlalu mikirin apa kata orang dan enggak mau dinyinyirin itu yang terkadang menjadi beban pikiran dan ujung-ujungnyan saya jadi enggak bahagia. Padahal, apapun yang ada di dunia ini pasti bakalan dinyinyirin juga. Entah itu baik atau buruk, kita enggak bisa memuaskan apa kata banyak orang.

Dulu, iya tahun lalu mungkin tepatnya, saya masih saja jadi ibu yang baper dan terlalu mikirin kata  orang. Endingnya, saya jadi enggak bahagia sendiri, mau ngapain takut dinyinyirin, mudah emosi dan keluarga jadi imbasnya. Bahkan, saya sampai mengalami krisis kepercayaan pada orang-orang terdekat.
Tapi semua sudah lewat yah, semenjak pertengahan Januari lal…

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL. Sudah punya rencana mau liburan, tapi gagal total karena Si Kecil demam. Pernah ngalaminnya enggak, Mak? Kalau saya sih pernah ngalaminnya. Jauh-jauh hari sudah berencana liburan, sudah bikin list mau ke mana dan ngapain saja sampai sudah nyiapin semuanya, eh tapi...
Kecewa dan sedih sih pasti. Etapi lebih sedihnya lagi itu ngelihat Si Kecil yang dikit-dikit rewel. Jangankan jadi mikirin liburan, mikirin gimana nurunin demamnya Si Kecil dan bikin Si Kecil ceria kembali saja sudah menguras pikiran. Huft...


Sebenarnya, demam itu bukanlah penyakit loh, Mak. Akan tetapi, demam merupakan sebuah gejala. Dan biasanya, demam lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan pada bayi belum terbentuk secara sempurna.
Penyebab demam sendiri juga bukan suatu yang serius atau gawat. Akan tetapi, sebagai ibu, kita perlu mengetahui apa penyebab demam. 1.Infeksi saluran pernafasan : infeks…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…