Skip to main content

CELOTEH ARJUNA (3)

CELOTEH ARJUNA (3)

Haloha, Mamah kembali lagi mau nulis celotehnya Juna. Jangan bosan baca yah gaes... heheh...

Celoteh Juna lama-lama ada yang bikin geregetan juga ternyata. Tapi enggak apa-apa, tambah umur kan tambah akal, ye kan? Iyain ajah...

Celoteh 1
Hari Minggu kemarin, pagi-pagi si Ayah mau keluar rumah. Beli lauk kalau enggak salah.
Ayah : “Juna, ikut Ayah yuk?”
Juna : “Beli?”
Nangkepnya langsung jajan yah? Soalnya hobi Juna kalau sama Ayahnya memang jajan. Hahaha..
Ayah : “Iya.” (asal jawab)
Juna : “Es cim?”
Ayah : “Iya.” (asal jawab lagi)
Juna : “Iyes!”
Dan emaknya tuing-tuing, ‘iyes’ dia dapat kata dari mana cobak? Karena biasanya Cuma yes enggak pakai i-yes dan itu artinya boleh, kalau enggak boleh ya no.. no.. no.

Celoteh 2
Sekarang, Mamahya Juna agak pelit soal susu. Maunya sich biar Juna maemnya banyak. Apalagi kemarin si Mbak Bekti ngasih tahu, anak usia prasekolah (3 s.d 5 tahun) susunya dikurangin, biar banyak makan karena kebanyakan susu bisa memicu anemia. Yasudah, Juna yang setiap saat mik cu pun dikurangin dan kalau minta susu pasti dijawab habis.
Juna : “Mamah, mik cu.”
Mamah : “Ayah belum pulang, susunya habis.”
Juna : “Mik manis.”
Mamah : “Gulanya habis. Mik aqua ajah.”
Juna : “Enggak mau, enggak enak.”

Celoteh 3
Minggu siang. Arjuna enggak kami ajak main karena cuaca enggak mendukung. Dia sama Ayahnya ngobrol...
Juna : “Ke tempat Mbah Ibuk (rumah Ayah).”
Ayah : “Mbah Ibuk enggak ada!”
Juna : “Tante? Robot Tante.”
Jadi dia itu ngeh, di rumah Mbah Ibuk itu ada Tantenya. Dia hafal siapa saja penghuninya. Dan robot tante itu maksudnya minta dibeliin robot sama tante karena dia habi dibeliin robot sama Tante, jadi minta lagi.

Ke esokan malamnya, minta divideoin call sama Tante.
Juna : “Tante, pulang?”
Tante : “Enggak.”
Juna : “Besok?”
Tante : “Enggak.”
Yaudah... Juna sedih.

Semalam juga minta divideoin call sama Tante. Tapi Tante lagi di luar, dialesin bentar. Beberapa menit kemudian Tante Video Call, anaknya ngambek dan hape di lempar : “Enggak mau telpon, Tante...”


Jadi... beberapa hari nyariin Tante itu sebenarnya adalah... kepengen mainan baru. Soalnya kemarin minta Ayahnya dan Kakungnya enggak dibeliin. Haha...

Celoteh 4
Juna lagi nonton tivi, kartun di RTV. Tapi, di MNC kalau enggak salah ada bola. Akung datang dan ganti channel.
Juna : “Bola, Juna marah.”
Maksudnya, kalau diganti bola, ntar Juna marah.

Celoteh 5
Juna itu suka usil, Mamahnya sering banget ngomel-ngomel. Tapi, Mamahnya enggak boleh marah, malah Junanya yang marah.
Juna : “Juna marah, Mamah takut...”
Lah... nih anak...

Celoteh 6
Waktu itu, Juna seharian enggak mau bobok. Bobok jam 5 sore, jam 8 malam bangun. Sudah pasti kan ngajakin begadang, padahal Mamah dan Ayah kan capek, mana besok juga harus kerja. Dia maunya mainan di depan tivi, tapi kami rayu biar dia mainan lego di kamar.

Kebiasaan Ayah, tiap malam nyetel radio dan dengerin wayang. Malam itu malam Jum’at, mana sindennya nyanyi ada kata-kata ‘lingsir wengi’. Merinding dong Mamahnya Juna, mana sudah lewat tengah malam.

Mamah : “Yah,wayangnya mbok dimatiin.”
Juna : “Itu bukan wayang, Mah. Itu radio distel wayang.”
Diam sejenak.
Juna : “Yah, radionya dimatiin. Mamah takut. Ntar kalau Mamah nangis, gimana?”

Hahaha... tengah malam nih anak ngajak bercanda.

Celoteh 7
Mamah pulang kerja sore hari soalnya habis dari Salatiga jenguk mertua teman yang habis jatuh dan tulangnya retak. Sepanjang perjalanan sudah enggak enak, mual-mual pusing gitu.

Sampai rumah, istirahat sebentar terus mau mandiin Juna. Tapi Junanya malah lari-lari. Padahal... Mamah capek dan pusing.

Mamah : “Juna, ayow mandi! Mamah pusing.”
Juna : “Mamah pusing? Panas? Sakit?”

Lah... Pak Dokter Arjuna tahu ajah, pusing itu sakit... hahah...

Celoteh 8
Ini kejadian baru kemarin sih pas dia dikasih permen Fox sama Akung. Dikasih 3 warna ungu dan 1 warna pink.


Juna : “Ini ungu, ini ungu, ini ungu, ini pink...”
Ucap Juna sambil nunjuk permennya terus minta dibukain satu.

Mamah : “Juna, Mamah minta...”
Juna : “Ini pink, cantik kayak Mamah...”
Sambil ngasih permen warna pink.

Ciye... Mamah happy bukan kepalang dibilang cantik... #eahhh

Nah.. untuk beberapa hari ini baru itu sich celoteh Arjuna yang Mamah rangkum. Sebenarnya sich sudah banyak. Kayak dia minta uang atau jajan dan temen-temennya dijatah.

Oh ya, Juna ini juga genit. Masa iya, sama sepupunya yang cewek kalau datang langsung dipinjami mainan. Tapi kalau sama sepupu cowok, mau pinjam mainan ajah dijawabnya rusak.

Etapi itu kalau sepupunya seusia dia yah. Kalau usianya di atasnya, Juna malah seneng yang cowok. Soalnya bisa diajak perang-perangan sama main bola. Hehehe... J

Terus, Juna sekarang tahu hantu tapi enggak mudheng, hantu itu wujudnya kayak apa. Yang Juna tahu, hantu itu ada di tempat yang gelap dan biasanya buat nakut-nakutin.

Jadi, kalau lampu rumah dimatiin, dia bilang : “Mamah takut, ntar ada hantu.”

Yah, Mamahnya lagi dech yang kena. Hahah... J



Comments

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1