Skip to main content

CELOTEH ARJUNA PART 5


CELOTEH ARJUNA PART 5 




Celoteh Arjuna datang lagi setelah sekian lama hiatus. Padahal selama ini banyak banget celoteh-celotehnya yang bikin ngakak. Hahaha... Etapi karena simbok syibuk dengan kerjaan dunia nyata, sibuk sama anak orang yang mau ujian, terus kelulusan dan sekarang yang kelas VII & VIII baru test kenaikan kelas. Jadilah, banyak celoteh Juna yang skip dan mungkin simbok lupa. #maafkeun


#Celoteh 1 

Di tempat aku, ada namanya rosok (barang bekas). Jadi, biasanya ada mobil bak kecil gitu, siang hari bawa toa sambil teriak : “rosok... rosok...” 



Juna rada takut sama nih rosok. Bisa banget jadi andalan kalau dia bandel, huhuhu. Padahal kan ngancem enggak boleh, ye kan? Hla tapi gimana, kalau enggak digituin Junanya malah semakin semau guweh. 



Siang itu... 

Mama : “Rosok... rosok... Juna bawanen...” 

Maksud hati biar anaknya nurut, mau bobok siang. Tapi yang ada... 

Juna : “Rosok... rosok... bawa Ayahku. Ayahku nakal...” 



@#$%^&*(O 



#Celoteh 2 

Lagi mainan sama aku. Biasanya Juna asyik sama lego, dinosaurus dan mobil-mobilannya. Aku nemenin dia sambil tiduran. Yang penting mah aku ada di samping dia. 



Juna : “Mama sakit? Iya?” 

Mama : “Iya.” (asal jawab) 

Juna : “Kalau sakit, ke lumah sakit!” 

Mama : “Terus?” 

Juna : “Telus diperiksa doktel.” 

Mama : “Ke rumah sakit naik apa?” 

Juna : “Naik ambulance kayak amble dan elis.” (korban Robocar Poli & Tayo) 



#Celoteh 3 

Lagi nonton tivi sama Uti. Ada iklan coco crush. 

Juna : “Mbah Ti, kalau maem tototans kayak gitu hlo, sama susu!” 



Ke esokannya request ke aku. Dan okey! Dia doyan... hahahah J 



#Celoteh 4 



#Celoteh 5 



#Celoteh 6 



#Celoteh 7 



Sebenarnya masih ada beberapa celotehnya Juna. Tapi maafkeun karena aku lupa... :)

Comments

Popular posts from this blog

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL

TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL TEMPRA : USIR DEMAM, CERIAKAN LIBURAN SI KECIL. Sudah punya rencana mau liburan, tapi gagal total karena Si Kecil demam. Pernah ngalaminnya enggak, Mak? Kalau saya sih pernah ngalaminnya. Jauh-jauh hari sudah berencana liburan, sudah bikin list mau ke mana dan ngapain saja sampai sudah nyiapin semuanya, eh tapi... Kecewa dan sedih sih pasti. Etapi lebih sedihnya lagi itu ngelihat Si Kecil yang dikit-dikit rewel. Jangankan jadi mikirin liburan, mikirin gimana nurunin demamnya Si Kecil dan bikin Si Kecil ceria kembali saja sudah menguras pikiran. Huft... Sebenarnya, demam itu bukanlah penyakit loh, Mak. Akan tetapi, demam merupakan sebuah gejala. Dan biasanya, demam lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan pada bayi belum terbentuk secara sempurna. Penyebab demam sendiri juga bukan suatu yang serius atau gawat. Akan tetapi, sebagai ibu, kita perlu mengetahui apa penyebab demam. 1

MORINAGA CHIL-GO, BEKAL MASA DEPAN UNTUK GENERASI PLATINUM

MORINAGA CHIL-GO, BEKAL MASA DEPAN UNTUK GENERASI PLATINUM MORINAGA CHIL-GO, BEKAL MASA DEPAN UNTUK GENERASI PLATINUM. Berawal dari akun istagram saya yang ditantang oleh Gisela Anastasya untuk mengikuti tantangan Program Bekal Masa Depan Chil Go (BMD Chil Go) , dan langsung saya iyain, akhirnya saya mulai memikirkan masa depan Baby Juna yang baru berusia 20 bulan. Selama ini sih saya masih nyantai saja, soalnya Baby Juna masih kecil. Etapi ternyata pemikiran saya itu salah kaprah, saya seharusnya sudah menyiapkan bekal masa depan Arjuna sedari usia dini. Bekal masa depan Baby Juna bukan soal dana pendidikan saja loh ternyata, tapi kecerdasan adalah bekal utama bagi masa depan Baby Juna. Nah kalau dananya tersedia tapi kemampuannya tidak ada, bagaimana? Apa bisa tuh mewujudkan cita-cita Baby Juna? Apa Saja Sih Yang Perlu Disiapkan Untuk Bekal Masa Depan? 1.      Kenali kecerdasan Si Kecil Ada 6 langkah aktivasi multitalenta anak, yaitu : a.     Kecerda

DEAR MY HUBBY, AKU INGIN KE PANTAI BERSAMAMU

DEAR MY HUBBY, AKU INGIN KE PANTAI  BERSAMAMU Dear My Hubby , Ketika aku mulai menuliskan ini, saat itu hatiku tengah kecewa tiada tara. Aku tak pernah tahu mengapa Gusti membiarkan aku kecewa, karena yang kupahami, inilah cara-Nya menjadikan aku manusia yang lebih hebat dari saat ini. Saat kumulai mengungkapkan rasa kecewaku, kau akan menasehatiku dengan dalil-dalil yang saat itu tak bisa kuterima dengan logika. Kau akan menganggapku bahwa akulah yang bersalah atas takdir yang seharusnya kusyukuri. Tapi, tahukah engkau wahai suamiku sayang? Aku hanya perempuan biasa yang hatiku tak bisa merasakan bahagia ataupun selalu bersyukur saja. Maaf jika terkadang nafsu dan kecewa tiba-tiba menghampiri dengan segenap rasa yang tak bisa kukendalikan. Mungkin kau tak akan memahaminya. Dan sebagai pemain kehidupan, akupun tak berdiam dan membiarkan semua luka menggerogoti kebahagiaanku begitu saja. Selalu... selalu inginku hempaskan pemikiran bodoh itu. Tapi, aku tak bisa berjuan