Skip to main content

SERAGRAM

SERAGRAM
Ini adalah cerita seorang ibu muda... heheheh J
Jadi, kronologinya itu seperti ini, pulang dari SMP, saya lanjut ke salah satu swalayan yang berada di Boyolali. Yups, belanja apalagi kalau nggak belanja susu formulanya Juna. Rasanya, sudah jadi kebiasaan wajib, setiap belanja, nggak lupa ke bagian baby, entah itu beli baju, sepatu atau dot buat Juna. Dan tahukah Anda? Swalayan ini sudah menjadi swalayan langganan saya, Inshaa Allah sih hafal bingow sama petugas-petugas pelayannya.

Nah, yang mau saya ceritakan adalah ‘Mbak Seniornya petugas bagian baby”. Kenapa saya panggil Mbak senior? Karena dari raut wajahnya, usianya sudah bisa dibilang tua, entah usianya benar tua atau wajahnya saja yang boros, piss J
Jadi, waktu hari Minggu, pakai baju bebas, saya pernah beli keperluan Juna di tempat ini. Pelayannya tetap Mbak Seniornya itu tadi. Yah, namanya juga swalayan, ya, mau beli kan juga nggak langsung asal beli, pasti milih dan nanya sama petugasnya, dan tahukah Anda? Mbak Senior ini jutek banget loh lantaran saya pake milih-milih dulu, padahal toh ya ini swalayan kan bukan miliknya, dia pekerja, mbok ya o yang ramah tho Mbak sama pelanggan. Akhirnya, saya cari aja Mbak Yunior yang masih pake baju putih hitam alias PKL-an. Mbak Yunior ini, asli, dia itu ramah banget loh. Saya tanya ini itu, meski saya beli beberapa aja, aduh pelayanannya bikin saya ketagihan dan selalu cari Mbak Yunior itu kalau belanja keperluan Juna di swalayan ini.
Tapi...
Kemarin itu, saya cari Mbak Yuniornya tapi nggak ketemu, yang ada justeru Mbak Senior. Eh, ajaib gila, kok ramah banget, ya? Apa karena saya pake seragram? Hehehe J terus ramah gitu?
Hello Mbak, sedikit pesan saya, jangan menghargai orang lantaran seragram yang dipakainya. Kenapa? Pegawai yang berseragram tetap pegawai, tetapi pengusaha yang compang-camping ya tetap pengusaha. Kita tidak bisa menilai materi seseorang karena penampilannya. Terkadang yang compang-camping itu uangnya lebih banyak dari sang pegawai.
Contoh saja saya sendiri, berapa sih gajinya guru WB? Nggak usah disebutin, yang WB pasti tahu? Kadang, gaji WB sebulan aja bisa jadi pendapatan blanthik sapi yang bergelut dengan kotoran sapi.
Nah, ini hanya sekadar curhata ibu muda, tidak bermaksud apa ya? Termasuk merendahkan gaji WB, karena saya sendiri juga seorang WB J

Sekian dulu deh ya, lain kali saya sambung lagi dengan pengalaman baru pula “)) Bye-bye...

Comments

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …