Cerita Mama dan ARJUNA

Friday, 6 March 2015

SERAGRAM

SERAGRAM
Ini adalah cerita seorang ibu muda... heheheh J
Jadi, kronologinya itu seperti ini, pulang dari SMP, saya lanjut ke salah satu swalayan yang berada di Boyolali. Yups, belanja apalagi kalau nggak belanja susu formulanya Juna. Rasanya, sudah jadi kebiasaan wajib, setiap belanja, nggak lupa ke bagian baby, entah itu beli baju, sepatu atau dot buat Juna. Dan tahukah Anda? Swalayan ini sudah menjadi swalayan langganan saya, Inshaa Allah sih hafal bingow sama petugas-petugas pelayannya.

Nah, yang mau saya ceritakan adalah ‘Mbak Seniornya petugas bagian baby”. Kenapa saya panggil Mbak senior? Karena dari raut wajahnya, usianya sudah bisa dibilang tua, entah usianya benar tua atau wajahnya saja yang boros, piss J
Jadi, waktu hari Minggu, pakai baju bebas, saya pernah beli keperluan Juna di tempat ini. Pelayannya tetap Mbak Seniornya itu tadi. Yah, namanya juga swalayan, ya, mau beli kan juga nggak langsung asal beli, pasti milih dan nanya sama petugasnya, dan tahukah Anda? Mbak Senior ini jutek banget loh lantaran saya pake milih-milih dulu, padahal toh ya ini swalayan kan bukan miliknya, dia pekerja, mbok ya o yang ramah tho Mbak sama pelanggan. Akhirnya, saya cari aja Mbak Yunior yang masih pake baju putih hitam alias PKL-an. Mbak Yunior ini, asli, dia itu ramah banget loh. Saya tanya ini itu, meski saya beli beberapa aja, aduh pelayanannya bikin saya ketagihan dan selalu cari Mbak Yunior itu kalau belanja keperluan Juna di swalayan ini.
Tapi...
Kemarin itu, saya cari Mbak Yuniornya tapi nggak ketemu, yang ada justeru Mbak Senior. Eh, ajaib gila, kok ramah banget, ya? Apa karena saya pake seragram? Hehehe J terus ramah gitu?
Hello Mbak, sedikit pesan saya, jangan menghargai orang lantaran seragram yang dipakainya. Kenapa? Pegawai yang berseragram tetap pegawai, tetapi pengusaha yang compang-camping ya tetap pengusaha. Kita tidak bisa menilai materi seseorang karena penampilannya. Terkadang yang compang-camping itu uangnya lebih banyak dari sang pegawai.
Contoh saja saya sendiri, berapa sih gajinya guru WB? Nggak usah disebutin, yang WB pasti tahu? Kadang, gaji WB sebulan aja bisa jadi pendapatan blanthik sapi yang bergelut dengan kotoran sapi.
Nah, ini hanya sekadar curhata ibu muda, tidak bermaksud apa ya? Termasuk merendahkan gaji WB, karena saya sendiri juga seorang WB J

Sekian dulu deh ya, lain kali saya sambung lagi dengan pengalaman baru pula “)) Bye-bye...
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Follow by Email

Total Pageviews

IBX582E4C1C7C1F7

Popular Posts

Blog Archive