Skip to main content

3 Tips Memilih Popok Yang Aman Dan Hemat

3 Tips Memilih Popok Yang Aman Dan Hemat



Popok kini sudah menjadi barang wajib yang harus dimiliki. Dahulu, popok dibuat dari kain biasa yang dibuat sederhana. Hampir beberapa dekade ini ambet sudah mengalami banyak kemajuaan, popok yang sekarang banyak beredar di masyarakat adalah jenis dengan kualitas yang sangat baik, mulai dari bentuk yang mudah diaplikasikan, bahan yang lembut, ukuran yang bervariasi yang disesuaikan dengan berat badan bayi, serta dengan kualitas daya serap dan anti bocor. Jenis popok seperti yang diuraikan diatas kini menjadi primadona di masyarakat, meskipun banyak kalangan mengkhawatirkan dampaknya bagi bayi.  Kemunculan popok jenis clodi yang selain memiliki kualitas yang baik, mulai dari pemilihan bahan, daya serap dan anti bocornya, juga dalam perhitungan biaya dapat menghemat keuangan karena dapat dicuci setelah pemakaian sehingga tidak perlu terus membeli. Jika anda bingung menentukan jenis mana yang harus anda pakaikan pada bayi anda, berikut kami uraikan tips memilih popok bayi yang bagus:



Harga

Tips yang pertama yang harus anda lakukan adalah memperhitungkan harga. Anda bisa mambandingkan harga jenis produk popok sekali pakai dengan produk popok kain bisa yang dapat dicuci lagi. Penggunaannya yang sering harus menjadi perhatian anda dalam memperhitungkan anggaran keuangan yang harus anda keluarkan setiap bulannya.

Tingkat keamanan

Tips selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah dengan memperhatiakan tingkat keamanan popok yang anda gunakan bagi bayi anda. Anda perlu memperhatikan bahan yang dipakainya, hindari bahan yang kasar yang dapat melukai kulit bayi anda. Selanjutnya yang perlu anda perhatikan adalah kandungan zat di dalam popok tersebut, jangan gunakan jenis popok yang memiliki kandungan zat kimia yang dapat mengganggu kesehatan bayi.

 Efektifitas bahan 

Tip selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah dengan memperhatikan efektifitas jenis popok yang anda gunakan. Jangan tergiyur dengan harganya yang murah, jangan sampai anda memilih popok yang tidak efektif dalam menyerap pipis bayi agar buah hati anda tidak terganggu dalam berbagai aktifitasnya.

Demikianlah tips memilih daftar popok bayi yang bagus dan aman bagi bayi juga keuangan anda, semoga pemaparan di atas dapat bermanfaat bagi anda.   

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1