Skip to main content

KALAU BELUM KUAT, JANGAN DATANG KE REUNIAN...



KALAU BELUM KUAT, JANGAN DATANG KE REUNIAN...

“Kalau belum kuat, jangan datang ke reunian...”

Saya lupa, siapa yang nulis begitu di WAG Blogger Zaman Now. Tapi saya inget banget, kata-kata itu muncul ketika kami tengah membahas persoalan ATT, Mamad, Memsye terus berlanjut ke persoalan perselingkuhan. Habis gitu, ada cerita yang soal perselingkuhan yang hadir karena REUNI.

Wowww...

Skip dulu yeah...

Back to pembahasan ajah, soal reuni. Gimana sich pendapat saya soal reuni? Terus reuni apa saja yang pernah saya datangi? Reuni SD, Reuni SMP, Reuni SMA, Reuni Kuliah, Reuni Kerjaan atau alah Reuni Hati #ceileh..... Reuni Mantan sajalah yah... wkwkwk...

Acara reuni yang pernah saya datangi yaitu Reuni Ekskul KARISMADA (Kajian Rohani Islam SMA Dua). Jadi, meskipun saya ini zaman SMA-nya bisa dibilang bukan anak baik yang suka izin ke UKS karena males ikut pelajaran, telat masuk kelas padahal bell sudah bunyi dan ngaku antre di toilet padahal aslinya mah ngerjain PR di warung/counter HP dekat sekolah, atau kalau enggak yah suka iseng miscallin guru pas diterangkan, saya itu anak rohis loh, gaes.


Rohis di SMA 2 zaman saya dulu tuh anggotanya  bukan cuma anak-anak berhijab gedhe. Zaman saya SMA, bisa dihitung kok anak-anak yang makai hijab. Saya mah belum... dan tahu kagak, wong mainnya saja saya sering pakai pakaian kurang bahan loh. Kayak pakai celana di atas lutut, rok di atas lutut, baju lengan satu... dan bla-bla...

Tahu enggak nutup aurat itu kewajiban, Wit?
Ya saya mah tahu banget. tapi zaman itu saya masih penganut : mending jilbabin hati dulu dech sebelum jilbabin kepala.

Nah loh,
Saya kalau ingat sich ya mau-malu gimana. Itu adalah dosa masa lampau saya. Belum lagi kok saya yow punya pacar. Padahal pacaran itu dosa loh... hahaha...

Ada adek kelas saya, dia anak Rohis dan juga anak Pramuka. Sama kayak saya, saya itu anak Rohis, anak Pramuka dan anak Senam (3 ekskul favorit zaman SMA). Kami lumayanlah deket, padahal doi tahu kalau saya lebih suka sama temen sekelas saya pas kelas X.

Dia pernah bilang gini : “Mbak, kamu cantik.!”

Saya : dengan gaya sok centil, “Makasih, tapi udah lama kalau aku cantik. Hehehe...” saya Cuma bercanda. Tapi jangan tanya, tatapan dia ke saya waktu itu tajem, saya takut dan salah tingkah sendiri.

Dia : “Tapi kamu lebih cantik lagi kalau berhijab.”

Saya : “Nanti yah kalau aku udah punya suami...”

Yups, saya ingat banget kata-kata itu sampai sekarang. Dan kalau ketemu dia, saya pengen bilang, lihat aku sekarang sudah berhijab. Alkhamdulillah, sudah nikah, sudah berhijab...

Setahun dua tahun setelah lulus, waktu itu saya adalah anak yang terpenjara gitu ceritanya. Pokoknya enggak kuliah, enggak kerja cuma di rumah doang. Dapat undangan acara Buka Bersama sekaligus reunian anak-anak Karismada. Saya datang, diantar sama Bapak.




Itu adalah acara reuni pertama yang pernah saya datangi. Saya bertemu dengan dia (adik kelas saya) dan sosok yang pernah ada di hati saya. Sebut saja dia Dilan yah. Soalnya Cuma dia cowok satu SMA yang waktu itu bisa nakhlukin hati saya. #eahhhh

Saya masih dekat sama adek kelas saya itu. Tahu enggak, dia minta saya suapin loh... yaudah iya dan kami sich ketawa ajah. Saya menganggap dia sahabat, enggak ada yang lebih. Lah gimana yah, saya enggak suka berondong. Dan... yagitulah yang terjadi sama Dilan. Hmm... enggak maulah mikirin dia yang waktu itu ada main sama sahabat saya sendiri.

Skippp...

Dan ada cerita lain di reuni kedua.
Reuni kedua ini reuniannya anak-anak IPS 3. Jadi cuman temen sekelas dan yang datang juga cuman segelintir orang karena ini memang bukan acara resmi. Waktu itu pas Lebaran, jadi yang mudik bisa datang.

Enggak ada Dilan, yah karena Dilan anak IPA. Sekelas sama saya pas kelas X doang, kelas XI dan XII-nya enggak.

Waktu itu saya sudah nikah sama Pak Wends, sudah punya Juna. Saya ajak mereka dan saya kenalin ke teman-teman. Yaudah dech... nothing special karena kami semua memang teman-teman dan saya sama sekali enggak pernah ada cerita spesial dengan mereka di masa lampau. Reunian cuma bahas kesibukan masing-masing dan yang paling berfaedah dari reunian saat itu adalah saling mengenal pasangan teman. Jadi, saya dapat teman baru. Yaitu Mbak Chatarina—isterinya Chriestopher. Toper ATM (Ari Tri Martea) ini teman sekelas sekaligus teman kerja sama pas ujian. Hahaha...

Reunian buat saya?
Tergantung reunian apa dulu, yah? Reunian sama siapa? Kalau reunian sama mantan, saya sich okay kalau sama mantan saya. Tapi not okay kalau sama mantannya Pak Wends. Yah maaf kalau egois, tapi saya ogah soalnya ntar saya jadi dibanding-bandingin gitu. Enggak harus ke reunian saja udah ada temennya Pak Wends yang ngebandingin.... hahaha... #Jadipakaiurat #Jadicurhat


Pun soal reuni teman SMA. Kayaknya saya masih skip... apalagi kalau sama teman SMA Pak Wends. Alasan masih sama di atas yah... kalau ke reuni teman SMA saya? Bisa dipertimbangkan.

Butuh kekuatan buat datang ke reunian...
Butuh banget kalau saya bilang mah. Apalagi kalau kehidupan enggak lebih baik dari zaman SMA. Apalagi ketemu teman-teman yang sudah pada sukses sementara kita pas gini-gini ajah. Apalagi kalau ketemu sama mantan yang lebih okay dari pasangan, terus cinta lama itu belum kelar, yang ada malah bersemi kembali. Terus terus terus, ada affair... oh NO....

Kalau hati belum kuat, mending enggak usah datang ke reunian. Apalagi kalau acar reuninya enggak berfaedah. Buat apa? Sayang loh keluarga yang udah dibina sakinah mawadah warrohmah terus bubar gara-gara acara reuni yang mempertemukan mantan.

Okeylah... reuni itu menyambung silahturahi agar enggak putus. Okey... untuk reunia tertentu... tapi, kalau pada akhirnya reuni malah membawa masa lalu ke masa depan itu yang enggak okay—menurut saya.

Kalau reuni teman kerja. Okeylah... atau reuni teman kuliah juga okay meskipun saya pernah dekat sama A, B, C dan bla... blaa... tapi mereka tahu dan kenal sama pasangan saya dan pasangan saya tahu banget gimana dengan hati saya. Jadi, untuk reuni teman kuliah itu amanlah.



Kembai lagi, kaau belum kuat jangan datang ke reunian. Udah gitu ajah. Kuat apa ya kuat lahir batin melihat masa lalu yang bisa jadi lebih kinclong dari masa depan kita. Hehehe...


Comments

  1. Reunian itu berat, kamu nggak akan kuat, biar aku saja. -dolan* hihi.
    Kalau ada reunian biasanya saya hubungi teman-teman dekat dulu, mereka datang atau nggak. kalau pada nggak datang saya juga nggak deh karena nggak semua teman sekolah itu saya akrab dengan mereka. Takutnya malah garing, kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss Mbak... temen deket teuteup yang paling utama yah :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1