Skip to main content

Tips Jalani Diet Sehat


Tips Jalani Diet Sehat


Bentuk tubuh atau ukuran badan sangatlah menunjang penampilan, apalagi buat ibu-ibu seperti saya..  Sebaiknya tubuh tidak terlalu gemuk dan tidak juga terlalu kurus.  Melainkan harus proporsional atau ideal. Namun untuk mendapatkan berat badan dan ukuran tubuh yang ideal itu sangat sulit.  Perlu usaha yang keras,  salah satunya adalah dengan melakukan diet.  Namun selama ini persepsi mengenai diet itu kerap kali salah.  Kebanyakan orang menjalankan diet dengan tidak mengonsumsi makanan.  Padahal diet dengan cara seperti itu bukanlah cara diet yang baik.  Diet yang baik salah satunya adalah dengan mengatur jumlah kalori.  Dimulai dari mengatur  jumlah kalori makanan untuk diet. 

Selain mengatur jumlah kalori yang masuk melalui makanan yang dikonsumsi,  kita juga harus menyeimbangkannya dengan menghitung pula jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh.  Yaitu melalui olahraga yang dijalankan secara rutin.  Kunci dari cara diet yang sehat itu adalah jumlah kalori yang masuk lebih sedikit dari jumlah kalori yang dikeluarkan.  Artinya kita harus lebih banyak mengeluarkan kalori dibanding dengan memasukkan kalori ke dalam tubuh. Caranya adalah dengan melakukan olah raga teratur dan makan seimbang.  Selain itu untuk diet yang lebih sukses,  kita bisa juga mengatur pola makan dengan menghindari makanan makanan berlemak seperti goreng-gorengan dan juga makanan dengan santan dan lemak hewan. Duh, padahal gorengan dan makanan bersantan itu sangatlah lezat, yekan?  Dengan menghindari makanan makanan tersebut maka kita juga akan terhindar dari kalori berlebih.

Dalam diet yang sebaiknya kita hanya fokus pada makanan sehat saja.  Sebab jika kita mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti junk food misalnya itu hanya akan membuat diet kita tidak sempurna.  Maka dari itu hindari junk food dan terapkan pola makan seperti mengatur makananberkalori yang masuk ke tubuh dan pola hidup sehat untuk diet yang sehat pula. Jika kita berhasil menjalankan diet yang sehat,  maka hasil dari dietnya pun akan maksimal dan membuat tubuh kita menjadi jauh lebih sehat dari sebelumnya.  Dibandingkan dengan diet ekstrim, diet sehat jauh lebih signifikan hasilnya meskipun harus dilalui dengan tahapan yang tidak sebentar.  

Selamat mencobanya ya, buibu?!

Comments

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1