Skip to main content

Tips Mencari Tempat Usaha yang Pas Untuk Berwirausaha



Tips Mencari Tempat Usaha yang Pas Untuk Berwirausaha

Usaha atau bisnis menjadi pekerjaan yang sekarang banyak dipilih oleh masyarakat. Apalagi kegiatan berwirausaha ini memberikan dampak positif berupa terbukanya lowongan kerja baru yang dapat meminimalisir angka pengangguran. Selain itu, buat seorng ibu, berwirausaha itu banyak sekali manfaatnya. Selain bisa mendapatkan penghasilan, berwirausaha juga bekerja tanpa meninggalkan sang buah hati.

Oh ya, salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah usaha dapat dilihat dari lokasinya. Biasanya para pengusaha ini memanfaatkan bangunan seperti rumah kecil, ruko minimalis, atau bahkan hanya stand. Seperti apapun bentuknya, haruslah mencerminkan jenis usaha apa yang digeluti.


Memang bukanlah suatu hal yang  mudah soal mencari tempat yang strategis, karena biasanya tempat ini sudah banyak diburu oleh pengusaha lain. Selain itu, tempat strategis juga umumnya dibanderol dengan harga yang lebih mahal. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi mereka yang baru saja memulai usaha. Tapi dengan tekad yang kuat, pasti kita akan menemukan tempat tepat untuk dijadikan lokasi berwirausaha. Dan berikut, saya jembrengkan beberapa tips untuk mencari tempat usaha.

10 Tips Mencari Tempat Untuk Usaha

Setiap orang yang terjun dalam dunia usaha harapannya pasti bisnis tersebut dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, penentuan lokasi yang tepat juga perlu diperhatikan. Simak 10 tips di bawah ini dalam mencari tempat usaha yang cocok :
1.      Pilih Lokasi yang Mudah Dilihat Oleh Orang
Tips pertama dalam mencari lokasi usaha adalah memilih tempat yang mudah dilihat oleh orang lain. Biasanya tempat-tempat seperti ini ada di pinggir jalan utama atau jalan raya. Dengan begini, orang yang sedang berlalu – lalang pasti akan melihat tempatmu. Sebab, jalan utama maupun jalan raya menjadi akses yang banyak dilalui orang. Kemungkinan besar mereka akan tahu ada lokasi usaha dalam bidang tertentu di titik tersebut.

Bayangkan saja bila seandainya kamu memilih tempat yang ada di dalam perumahan maupun gang-gang kecil. Tidak akan ada banyak orang yang menyadari bahwa kamu membuka tempat usaha. Paling hanya warga di sekitar saja yang mengetahuinya. Jika kamu terus bertahan di tempat seperti ini, maka usahamu tak akan berkembang dengan cepat.

2.      Perhitungkan Biaya yang Akan Dikeluarkan
Lalu yang kedua adalah memperhitungkan kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan. Bila kamu sudah mempersiapkan modal yang besar untuk tempat usaha, cobalah cari lahan yang strategis dan bangun tempat usaha sesuai dengan keinginanmu. Baik dari desain maupun interiornya.

Tapi, kalau dana yang dimiliki cukup terbatas, kamu bisa pilih menyewa tempat. Contohnya saja ruko minimalis (lihat beberapa diantaranya disana) yang harganya cukup terjangkau. Sekarang ini sudah banyak ruko yang dibangun di pinggiran jalan atau kawasan tertentu, dimana tempat tersebut memang diperuntukkan bagi para pengusaha yang sedang mencari lokasi yang pas. Ada baiknya untuk memilih ruko yang letaknya tidak berdekatan dengan usaha serupa milik orang lain, demi menghindari risiko tidak laku.

3.      Cari Tahu Bagaimana Akses Menuju Tempat Usahamu
Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah bagaimana akses para pelanggan menuju tempatmu. Bila kamu memilih tempat yang strategis dan banyak dilalui oleh orang – orang, maka dapat dipastikan bahwa aksesnya mudah dan tidak sulit untuk dicari. Sebisa mungkin pilihlah tempat yang seperti ini, sebab bila kamu tidak memperhatikan aksesnya, maka para pelanggan akan merasa susah dan tidak ingin kembali ke tempatmu lagi.

Misalnya saja kamu memilih lokasi di daerah pemukiman yang mempunyai banyak tikungan. Bila kamu tidak memasang maps untuk tempat usahamu, maka para pelanggan harus tanya-tanya dulu kepada warga sekitar. Cara seperti ini sangatlah tidak efektif dan efisien.

4.      Adanya Lahan Parkir
Tempat usaha tak luput dari ketersediaan lahan parkir. Banyak pelanggan yang merasa enggan untuk datang ke tempat usaha favoritnya dikarenakan tidak adanya lahan parkir. Kemudian akibatnya pelanggan tersebut terpaksa parkir di pinggir jalan raya. Padahal parkiran di pinggir jalan raya ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas. Lokasi di sekitar situ pasti rawan macet.

Pikirkanlah kembali soal ini. Ketika kamu berani membuka suatu usaha, maka sediakan pula lahan parkir yang memadai. Kamu harus bisa memperkirakan para pelanggan kebanyakan datang menggunakan motor atau mobil. Setelah itu, tentukan seberapa luas area parkirnya agar tidak memenuhi jalan utama.

5.      Lakukan Survey Terhadap Lingkungan Sekitar
Tempat usaha tak selalu tentang seberapa strategis lokasinya maupun bagaimana aksesnya. Namun kamu juga perlu tahu seperti apa lingkungan di sekitar. Hal ini berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan bersama. Percuma kamu mendirikan usaha di tempat yang strategis, tapi ternyata lingkungan sekitarnya banyak terjadi kriminal maupun rawan bencana.

Buatlah pelangganmu merasa aman ketika bertransaksi di tempat usahamu. Tak hanya pelanggan, bahkan kamu dan seluruh pegawaimu pun pasti butuh rasa aman. Kalau perlu, tambahkan satpam untuk menjaga situasi dan kondisi agar aman terkendali.

6.      Luas Bangunan Disesuaikan dengan Jenis Usaha
Selanjutnya adalah tentang luas bangunannya. Kamu bisa berpendapat sendiri seberapa luas bangunan yang dibutuhkan, dilihat dari jenis usahanya. Misalnya saja kamu membangun usaha bisnis butik. Tempat yang disediakan harusnya cukup luas untuk memajang pakaian-pakaian yang dijual. Belum lagi harus dibangun kamar pas paling tidak 2 buah, sebagai tempat untuk mencoba pakaian yang akan dibeli.


Kamu juga membutuhkan gudang yang menyimpan berbagai jenis pakaian dan aksesoris yang baru datang. Bila butik terlalu sempit, maka akan terasa tidak nyaman bagi para konsumen yang kebetulan datang beramai-ramai. Mereka akan berdesak-desakan dan merasa kegerahan di dalam ruangan.

Beda ceritanya jika kamu membuka usaha konter pulsa dan paket data. Yang kamu butuhkan hanyalah space untuk memajang kartu-kartu perdana di rak kaca. Agar tidak terkesan sepi, kamu juga bisa menjual berbagai aksesoris gadget seperti casing, alat pelindung layar LCD, earphone, kabel data dan sebagainya.

7.      Struktur Bangunan dan Fasilitas Tempat
Baik tempat usaha yang bangunannya sempit maupun luas, perlu diperiksa lagi bagaimana struktur bangunannya. Anda bisa memastikan sendiri bagaimana kondisi dindingnya, kira-kira kokoh atau tidak. Lalu ketika hujan atapnya bocor atau tidak. Selain itu, periksa juga aliran air dan listriknya. Tempat usaha tetap membutuhkan toilet. Jangan lupa pula sediakan tempat untuk beribadah. Hal ini berlaku bagi tempat usaha dengan sistem sewa.

Sementara bila kamu membangunnya sendiri, maka pasti sudah bisa merencakan sendiri fasilitas apa saja yang akan diberikan. Yang terpenting adalah fasilitas-fasilits tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan para karyawan maupun pelanggan.

8.      Seberapa Jauh Lokasi Usaha dengan Tempat Tinggal
Tips ini mungkin dilewatkan oleh sebagian besar pengusaha. Padahal sebenarnya merupakan faktor yang cukup penting. Ketika kamu membangun atau menyewa sebuah tempat usaha di ruko minimalis atau manapun itu, usahakan berjarak tidak terlalu jauh dengan tempat tinggalmu. Hal ini berhubungan dengan keefektifan kerjamu menuju lokasi usaha.

Memiliki jarak yang dekat akan membuat mobilitasmu tinggi dan semangat bekerja. Sebaliknya, jika kamu tidak memperhitungkan jaraknya, bisa saja kamu sudah terlalu lelah selama perjalanan. Lalu ketika sampai di kantor badan akan terasa lemas. Akibatnya adalah performa kerja menjadi tidak maksimal.

9.      Urus Perizinan yang Berhubungan dengan Lokasi Usaha
Jangan lupa untuk mengurus dokumen-dokumen dalam mendirikan lokasi usaha. Bagi kamu yang mendirikan bangunan baru, tentunya akan dibutuhkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan surat kepemilikan lainnya. Selain itu, kamu juga harus mengurus izin yang berkaitan dengan jenis usaha. Jika terlewat, maka bisa saja usahamu ini tidak sah di mata hukum dan dianggap ilegal.

10.  Dekat Dengan Fasilitas Umum
Tips yang terakhir adalah mencari lokasi yang cukup dekat dengan fasilitas-fasilitas umum. Tentu sebagai pengusaha, kamu tak menginginkan hal buruk terjadi. Tapi tidak ada yang tahu keadaan lapangan seperti apa. Itulah mengapa penting juga memilih lokasi yang berdekatan dengan fasilitas umum, paling tidak kantor polisi dan rumah sakit.

Kesepuluh tips tersebut adalah poin-poin terpenting dalam memilih lokasi usaha supaya bisnismu berjalan dengan sukses. Jika kamu memang berniat membuka usaha, maka totalitas dalam mencari lokasi sangat diperlukan. Jadi, jangan sampai terlewat.



Comments

  1. Saya berencana buka usaha makan, terima kasih tipsnya mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1