Cerita Mama dan ARJUNA

Thursday, 29 October 2015

MAS JUNA PUNYA ADEK?

MAS JUNA PUNYA ADEK?



Ceritanya itu, tahun ini keluarga besar kami sedang dapet rejeki, lebih tepatnya saya dan suami punya ponakan-ponakan baru yang lucu nan imut. Berawal dari bulan Juli yang ditutup dengan kelahiran Baby Rangga, bulan Agustus Baby Nafisa yang cantik nan imut, lalu bulan Oktober ada Baby Najwa yang pipinya chubby banget, dan Insha Allah November mendapang juga bakalan punya ponakan cewek lagi.


Aih... lihat baby cewek itu bikin hati nyess banget. Soalnya, saya sudah punya jagoan, heheheh. Dan saya bersama suami, sempat loh ngomongin adik buat Mas Juna yang bulan depan baru berusia 1 tahun. 

Hmm, setahun, kalau punya adik gimana, yaaa?
Jujur saja, saya emang lagi pengen bayi cewek, pengen ngasih adik buat Mas Juna. Tapi kalau untuk sekarang ini? NO! Belum saatnya, kasihan Mas Juna, usianya baru setahun dan masih membutuhkan perhatian khusus, dan saya rasa Mas Juna juga belum siap punya adek, tuh. Heheheh.

Usia ideal, Mas Juna punya adek...
Saya membaca beberapa artikel di internet. Usia berapa sih, idealnya anak punya adek? 
1. Usia 1 s/d 2 tahun
Pola asuh antara jarak kehamilan kurang dari 2 tahun akan berpengaruh pada psikologis anak pertama. Apalagi jika anak belum siap mendapatkan adiknya, akan banyak kegaduhan yang terjadi di rumah. Terkadang mereka akan mengamuk, merengek sehingga orang tua sulit melakukan istirahat dan kerepotan dalam mengurus anak. Orang tua akan memutuskan untuk mempunyai anak dengan jarak kehamilan dari dua tahun seringkali mengalami penurunan berat badan yang signifikan. 
Kelebihan :
- dapat berhemat dengan jarak kehamilan yang kurang dari dua tahun terutama dari mainan dan kegiatan yang sehobi.
- Mereka akan menjadi teman bermain. Anak yang berusia 2 tahun atau lebih muda juga lebih mudah untuk beradaptasi dengan kehadiran adik baru. Penelitian dari Universitas Maryland Amerika menyimpulkan hal tersebut disebabkan anak seusia tersebut masih belum menyadari posisinya ‘tergantikan’ seperti anak-anak lebih besar. 
- Mama dan Papa cenderung lebih kompak dalam kondisi ini. Biasanya papa yang paling cuek sekalipun akan tergerak untuk turun tangan. 
Kekurangan : 
- Apabila jenis kelamin anak pertama dan kedua berbeda, sama saja tidak bisa berhemat mainan atau pakaian bagi si anak. Jadi orang tua kembali lagi harus mengeluarkan uang lebih
- Membesarkan dua balita sekaligus merupakan pekerjaan besar. Bersiap menghadapi kebiasaan kurang tidur dan berdebat hampir setiap saat. Mama juga perlu berhati-hati, lebih fokus pada anak lebih kecil, bisa membuat si kakak kurang diperhatikan. Walaupun orangtua berkonsentrasi memperhatikan keselamatan adik, si kakak juga tetap berhak memiliki waktu khusus bersama mama dan papa. 
- Kondisi Finansial juga sering menjadi faktor penentu jarak ideal anak. Saat anak seumuran, Anda mungkin harus mengeluarkan dana ekstra membeli barang-barang serba 2 buah (padahal bukan anak kembar). Atau, koleksi mainan menjadi tidak variatif karena keduanya memilih mainan sama di toko. 
2. 2 s/d 4 tahun
Jarak kehamilan pertama dengan kedua berkisar antara 2-4 tahun disebut juga dengan periode terbaik. Pada rentan waktu ini orang tua dapat mempersiapkan semuanya dengan baik, baik untuk mempersiapkan psikoligis anak pertama sehingga tidak merasakan kasih sayang dari orangtuanya dirambas oleh anak kedua. Pada usia ini jaraknya tidak terlalu jauh sehingga mampu dalam memberikan kemampuan untuk mengajarkan keterampilan bagi adiknya. Di sisi lain jarak ini ideal karena akan mempersiapkan orang tua yang berperan ganda sebagai wanita karir untuk mengambil cuti dan berkonsentrasi di karir, sedangkan untuk orang tua yang hanya mengurus rumah tangga saja, jarak ini akan mendekatkan ikatan anda antara anak pertama dengan anak kedua dengan mudah. Dengan begitu pola asuh akan semakin mudah untuk anda terapkan di lingkungan anak-anak anda. Sedangkan kekurangannya adalah ketika bayi anda beranjak menjadi batita dan sekarang kembali lagi mengasuh bayi seakan membuat rutinitas yang tidak pernah selesai.
3. Di atas 5 tahun
Pada orang tua yang sengaja menunda kelahiran anak kedua menjadikan anak pertama seperti anak tunggal yang dilimpahkan perhatian yang anda berikan. Dengan orang tua lebih mudah dalam memberikan ruang pada anak pertama menerima adiknya dan menjadikan teman dengan saudara kandungnya. Orang tua mempunyai peranan yang lebih lama dalam membesarkan anak hingga usia yang anda inginkan, sedangkan kekurangannya adalah  akan kembali beradaptasi dengan cara merawat dan membesarkan anak  begitu pula secara finansial yang menggambarkan kurang efisien dikarenakan usia yang terlalu jauh dalam melengkapi perlengkapan anak kedua.
Kelebihan :
- Pertengkaran antar anak akan lebih jarang dengan jarak usia ini. Ketika anak berusia di atas 4 tahun, ia akan memperlakukan adik bayi lebih lembut dan penuh kasih sayang. 
- Orangtua tidak perlu khawatir dan justru bisa mendapat ‘asisten’ sukarela menjadi mentor si adik. Ketika si kakak sudah cukup besar, ia sudah cukup lama merasakan perhatian eksklusif dari orangtua sehingga rasa cemburu pada adik juga lebih jarang muncul. 
- Sementara jarak kehamilan yang agak jauh memberi kesempatan mama istirahat dan bersiap untuk anak kedua atau berikutnya. 
Kekurangan:
- Tahapan perkembangan kakak dan adik sudah jauh berbeda, minat dan kebutuhan mereka pun berbeda. Saat si kakak sedang asyik menyusun lego, si adik lebih tertarik memakannya. 
- Mama juga perlu masa adaptasi lagi setelah sekian lama terbiasa dengan hidup lebih ‘teratur’ tanpa bayi, sekarang harus mengingat kembali masa-masa tersebut. 
Sekarang semua kembali kepada kesiapan Anda secara fisik, mental dan emosional. Karena bagaimanapun Anda merencanakannya, akan tetap ada variabel lain yang tidak terkontrol. 

Dan setelah membaca artikel di atas, saya dan suami mikir, jarak yang tepat untuk Mas Juna punya adek itu nanti kalau Mas Juna sudah masuk TK. Hmm, antara 4 atau 5 tahunanlah. Karena di usia itu, mungkin Mas Juna sudah siap punya adek dan akan memperlakukan adeknya dengan baik.

Yaa, meskipun anak itu adalah rejeki dan yang nentuin adalah Allah, tapi berencana itu tidak ada salahnya, bukan? Manusia berencana dan berusaha, selanjutnya Allah yang menentukannya.***


Referensi :
http://www.parenting.co.id/balita/jarak+ideal+usia+kakak+dan+adik
http://bidanku.com/jarak-kehamilan-dapat-menunjang-pola-asuh-yang-lebih-baik

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Follow by Email

Total Pageviews

IBX582E4C1C7C1F7

Popular Posts

Blog Archive