Skip to main content

MAS JUNA PUNYA ADEK?

MAS JUNA PUNYA ADEK?



Ceritanya itu, tahun ini keluarga besar kami sedang dapet rejeki, lebih tepatnya saya dan suami punya ponakan-ponakan baru yang lucu nan imut. Berawal dari bulan Juli yang ditutup dengan kelahiran Baby Rangga, bulan Agustus Baby Nafisa yang cantik nan imut, lalu bulan Oktober ada Baby Najwa yang pipinya chubby banget, dan Insha Allah November mendapang juga bakalan punya ponakan cewek lagi.


Aih... lihat baby cewek itu bikin hati nyess banget. Soalnya, saya sudah punya jagoan, heheheh. Dan saya bersama suami, sempat loh ngomongin adik buat Mas Juna yang bulan depan baru berusia 1 tahun. 

Hmm, setahun, kalau punya adik gimana, yaaa?
Jujur saja, saya emang lagi pengen bayi cewek, pengen ngasih adik buat Mas Juna. Tapi kalau untuk sekarang ini? NO! Belum saatnya, kasihan Mas Juna, usianya baru setahun dan masih membutuhkan perhatian khusus, dan saya rasa Mas Juna juga belum siap punya adek, tuh. Heheheh.

Usia ideal, Mas Juna punya adek...
Saya membaca beberapa artikel di internet. Usia berapa sih, idealnya anak punya adek? 
1. Usia 1 s/d 2 tahun
Pola asuh antara jarak kehamilan kurang dari 2 tahun akan berpengaruh pada psikologis anak pertama. Apalagi jika anak belum siap mendapatkan adiknya, akan banyak kegaduhan yang terjadi di rumah. Terkadang mereka akan mengamuk, merengek sehingga orang tua sulit melakukan istirahat dan kerepotan dalam mengurus anak. Orang tua akan memutuskan untuk mempunyai anak dengan jarak kehamilan dari dua tahun seringkali mengalami penurunan berat badan yang signifikan. 
Kelebihan :
- dapat berhemat dengan jarak kehamilan yang kurang dari dua tahun terutama dari mainan dan kegiatan yang sehobi.
- Mereka akan menjadi teman bermain. Anak yang berusia 2 tahun atau lebih muda juga lebih mudah untuk beradaptasi dengan kehadiran adik baru. Penelitian dari Universitas Maryland Amerika menyimpulkan hal tersebut disebabkan anak seusia tersebut masih belum menyadari posisinya ‘tergantikan’ seperti anak-anak lebih besar. 
- Mama dan Papa cenderung lebih kompak dalam kondisi ini. Biasanya papa yang paling cuek sekalipun akan tergerak untuk turun tangan. 
Kekurangan : 
- Apabila jenis kelamin anak pertama dan kedua berbeda, sama saja tidak bisa berhemat mainan atau pakaian bagi si anak. Jadi orang tua kembali lagi harus mengeluarkan uang lebih
- Membesarkan dua balita sekaligus merupakan pekerjaan besar. Bersiap menghadapi kebiasaan kurang tidur dan berdebat hampir setiap saat. Mama juga perlu berhati-hati, lebih fokus pada anak lebih kecil, bisa membuat si kakak kurang diperhatikan. Walaupun orangtua berkonsentrasi memperhatikan keselamatan adik, si kakak juga tetap berhak memiliki waktu khusus bersama mama dan papa. 
- Kondisi Finansial juga sering menjadi faktor penentu jarak ideal anak. Saat anak seumuran, Anda mungkin harus mengeluarkan dana ekstra membeli barang-barang serba 2 buah (padahal bukan anak kembar). Atau, koleksi mainan menjadi tidak variatif karena keduanya memilih mainan sama di toko. 
2. 2 s/d 4 tahun
Jarak kehamilan pertama dengan kedua berkisar antara 2-4 tahun disebut juga dengan periode terbaik. Pada rentan waktu ini orang tua dapat mempersiapkan semuanya dengan baik, baik untuk mempersiapkan psikoligis anak pertama sehingga tidak merasakan kasih sayang dari orangtuanya dirambas oleh anak kedua. Pada usia ini jaraknya tidak terlalu jauh sehingga mampu dalam memberikan kemampuan untuk mengajarkan keterampilan bagi adiknya. Di sisi lain jarak ini ideal karena akan mempersiapkan orang tua yang berperan ganda sebagai wanita karir untuk mengambil cuti dan berkonsentrasi di karir, sedangkan untuk orang tua yang hanya mengurus rumah tangga saja, jarak ini akan mendekatkan ikatan anda antara anak pertama dengan anak kedua dengan mudah. Dengan begitu pola asuh akan semakin mudah untuk anda terapkan di lingkungan anak-anak anda. Sedangkan kekurangannya adalah ketika bayi anda beranjak menjadi batita dan sekarang kembali lagi mengasuh bayi seakan membuat rutinitas yang tidak pernah selesai.
3. Di atas 5 tahun
Pada orang tua yang sengaja menunda kelahiran anak kedua menjadikan anak pertama seperti anak tunggal yang dilimpahkan perhatian yang anda berikan. Dengan orang tua lebih mudah dalam memberikan ruang pada anak pertama menerima adiknya dan menjadikan teman dengan saudara kandungnya. Orang tua mempunyai peranan yang lebih lama dalam membesarkan anak hingga usia yang anda inginkan, sedangkan kekurangannya adalah  akan kembali beradaptasi dengan cara merawat dan membesarkan anak  begitu pula secara finansial yang menggambarkan kurang efisien dikarenakan usia yang terlalu jauh dalam melengkapi perlengkapan anak kedua.
Kelebihan :
- Pertengkaran antar anak akan lebih jarang dengan jarak usia ini. Ketika anak berusia di atas 4 tahun, ia akan memperlakukan adik bayi lebih lembut dan penuh kasih sayang. 
- Orangtua tidak perlu khawatir dan justru bisa mendapat ‘asisten’ sukarela menjadi mentor si adik. Ketika si kakak sudah cukup besar, ia sudah cukup lama merasakan perhatian eksklusif dari orangtua sehingga rasa cemburu pada adik juga lebih jarang muncul. 
- Sementara jarak kehamilan yang agak jauh memberi kesempatan mama istirahat dan bersiap untuk anak kedua atau berikutnya. 
Kekurangan:
- Tahapan perkembangan kakak dan adik sudah jauh berbeda, minat dan kebutuhan mereka pun berbeda. Saat si kakak sedang asyik menyusun lego, si adik lebih tertarik memakannya. 
- Mama juga perlu masa adaptasi lagi setelah sekian lama terbiasa dengan hidup lebih ‘teratur’ tanpa bayi, sekarang harus mengingat kembali masa-masa tersebut. 
Sekarang semua kembali kepada kesiapan Anda secara fisik, mental dan emosional. Karena bagaimanapun Anda merencanakannya, akan tetap ada variabel lain yang tidak terkontrol. 

Dan setelah membaca artikel di atas, saya dan suami mikir, jarak yang tepat untuk Mas Juna punya adek itu nanti kalau Mas Juna sudah masuk TK. Hmm, antara 4 atau 5 tahunanlah. Karena di usia itu, mungkin Mas Juna sudah siap punya adek dan akan memperlakukan adeknya dengan baik.

Yaa, meskipun anak itu adalah rejeki dan yang nentuin adalah Allah, tapi berencana itu tidak ada salahnya, bukan? Manusia berencana dan berusaha, selanjutnya Allah yang menentukannya.***


Referensi :
http://www.parenting.co.id/balita/jarak+ideal+usia+kakak+dan+adik
http://bidanku.com/jarak-kehamilan-dapat-menunjang-pola-asuh-yang-lebih-baik

Comments

Popular posts from this blog

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH
MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH. Bahagia itu pilihan, tergantung bagaimana kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita. Kita enggak bisa mengatur mulut banyak orang, tapi kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita agar kita bisa BAHAGIA.
Kalau saya pikir sih, iya juga. Efek terlalu mikirin apa kata orang dan enggak mau dinyinyirin itu yang terkadang menjadi beban pikiran dan ujung-ujungnyan saya jadi enggak bahagia. Padahal, apapun yang ada di dunia ini pasti bakalan dinyinyirin juga. Entah itu baik atau buruk, kita enggak bisa memuaskan apa kata banyak orang.

Dulu, iya tahun lalu mungkin tepatnya, saya masih saja jadi ibu yang baper dan terlalu mikirin kata  orang. Endingnya, saya jadi enggak bahagia sendiri, mau ngapain takut dinyinyirin, mudah emosi dan keluarga jadi imbasnya. Bahkan, saya sampai mengalami krisis kepercayaan pada orang-orang terdekat.
Tapi semua sudah lewat yah, semenjak pertengahan Januari lal…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…