Skip to main content

SIAPA BILANG IRT NGGAK BISA BERPENGHASILAN...

SIAPA BILANG IRT NGGAK BISA BERPENGHASILAN...

Sumber : Gambar Google


Menjadi ibu rumah tangga itu adalah suatu pilihan. Dan jujur, saya salut dengan wanita-wanita yang memilih fokus menjadi ibu rumah tangga. Yaaa, menjadi ibu rumah tangga yang nggak kerja kantoran itu adalah suatu kebanggaan tersendiri. Bahkan, terkadang saya menaruh iri pada wanita yang fulltime menjadi ibu rumah tangga.


Tapi tunggu dulu, menjadi ibu rumah tangga ternyata juga bisa berpenghasilan loh. Bekerja dari rumah tanpa meninggalkan kewajibannya, tanpa meninggalkan anak tentunya (bagi yang sudah punya anak).

Dan ini adalah contoh pekerjaan yang cocok bagi seorang ibu rumah tangga :
1. Penulis
Menjadi penulis itu enak dan mudah. Nggak usah ngantor, bisa dikerjain dari rumah. Modalnya PC ajah. Dan jadi penulis itu nggak sebatas jadi penulis buku saja. Tapi juga bisa menjadi penulis artikel atau cerpen yang bisa dikirim ke media. Kalau ACC, lumayan kan buat tambahan uang dapur atau buat shopping?

2. Blogger
Zaman sekarang, blogger sudah diakui sebagai profesi loh. Dan menjadi blogger sebenernya nggak jauh-jauh beda kog sama penulis. Hanya saja, blogger itu nulisnya fokus ke blog. Dan dari ngeblog, banyak banget peluang dapet uangnya. Karena ngeblog nggak sekedar menulis saja, loh. Tapi ngeblog bisa juga jadi toko. Toko? Iyaaa, bener banget, pasang iklan di blog bisa ngasilin duit. Ikut giveaway dari blog, kalau menang dapat hadiah. Apalagi kalau suka berburu lomba, wuihh zaman sekarang banyak banget lomba ngeblog.

3. Online Shop
Zaman sekarang udah ngetrend banget dengan online shop. Modal gadget, seseorang udah bisa buka olshop. Entah via Facebook, atau yang lagi kekinian adalah olshop via Instagram.
Buka onlshop nggak harus punya modal berjuta-juta kog. Nggak harus nimbun barang alias kulakan dulu. Cukup jadi reseller aja, udah bisa kok buka olshop. Lumayan kan, kalau ada yang beli, ntar dapat untung. Hehehehe.

4. Buka toko kelontong
Buka toko kelontong dengan olshop memang nggak beda jauh. Cuman, kalau toko kelontong itu modalnya lebih banyak karena ada toko secara fisik. Jaga toko tanpa meninggalkan pekerjaan rumah tanggam why not?

5. Ikut MLM
Zaman sekarang, MLM udah banyak banget. Banyak emak-emak yang kerjanya dasteran tapi penghasilannya ratusan juta. Cuman manfaatin gadget dan fokus, bisa kan berpenghasilan. Tapi tetep, kudu pintar memilih MLM. Mana MLM, mana yang money game.

6. Buka Usaha
Buka usaha yang saya maksud, bisa juga buka usaha Loundry, Catering, Jahit atau lain-lain. Yang penting bisa dikerjakan tanpa meninggalkan pekerjaan rumah.

7. Buka Les Privat
Saya yakin banget, wanita yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga nggak semuanya berpendidikan rendah. Banyak yang sarjana atau bahkan magister yang rela menggadaikan ijazahnya demi rumah tangganya. Nah, emak-emak yang smart, bisa tuh buka les privat. Les privat sesuai keahliannya, yaaa.


Nah, mommy-mommy, itu adalah beberapa contoh pekerjaan yang cucok buat ibu rumah tangga. Jadi ibu rumah tangga itu mulia, tapi kalau bisa berpenghasilan, why not?

Comments

  1. Aku pilih nomer satu dan dua.

    Hihihii..
    Alhamdulillah nambah2 buat jajan

    ReplyDelete
  2. Kalau saya, dulu pernah mraktekin yang penulis, blogger, ikut MLM dan les privat. Kalau sekarang, fokus sama yang penulis dan ngeblog ajah :)

    ReplyDelete
  3. Saya no 1,2,3. :)
    Walaupun no 1 dan 2 belum banyak kelihatan hasilnya. Hihihi.. Semangaaaatt

    ReplyDelete
  4. menurut beberapa teman saya, MLM adalah pekerjaan yang harus dihindari, entah benar entah salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sendiri juga masih berada dalam keraguan, Mas :)

      Delete
  5. 2,3 dan 6 lagi di coba mbak, salam kenal dari Batam :)

    ReplyDelete
  6. Ahaaaiii, bener bingits ini, mbak.
    Teteup bisa produktif

    :)

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. begitulah wanita
      bisa berperan jadi isteri, ibu dan tetap menghasilkan :)

      Delete
  7. setuju. nomor 2 sdh dipraktekkan, nomor 7 pernah dipraktekkan , heheeh lagi merintis nomor 6 dan msh bermimpi utk jd nomor 1. Hihi.. thanks for sharing mak... :-)

    ReplyDelete
  8. 1,2,6,7 lumayan tuh. Biar gak kalah keren, main saham juga. Itu lumayan loh :p
    Atau buka kos-kosan juga lumayan sih. Tapi ya gitu, perlu modal cukup banyak dan gak buta tempat.

    Salam kenal ya moms, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kos-kosan modal gede...
      Salam kenal juga Mas Reza :)

      Delete
  9. Replies
    1. Betul sekali, jadi IRT harus produktif :)

      Delete
  10. 2 udh kalo 6 baru dirintis masih "thimik-thimik" mbak..enjoy aku suka kok jadi IRT (yang produktif tentunya).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih keren... Mak Ningrum mah blognya sudah keren beken atuh :)

      Delete
  11. Iyesss, setuju deh mbak, aku juga sekarang full time di rumah, bebas deh, alhamdulillah :)

    ReplyDelete
  12. No 3 udah, lagi belajar fokud di no 2 nih mak

    ReplyDelete
  13. Setuju....aku pilih nomer 2 dulu deh...izin suami juga langsung dapat acc. hehehe...

    ReplyDelete
  14. Sepakat bu, IRT sekarang kudu kreatif, bisa cari uang tanpa perlu mengesampingkan tugas utamanya :-) SEMANGAT!

    aksesoris mango | portal online terkini | internet tak perlu sattelite

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH
MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH. Bahagia itu pilihan, tergantung bagaimana kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita. Kita enggak bisa mengatur mulut banyak orang, tapi kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita agar kita bisa BAHAGIA.
Kalau saya pikir sih, iya juga. Efek terlalu mikirin apa kata orang dan enggak mau dinyinyirin itu yang terkadang menjadi beban pikiran dan ujung-ujungnyan saya jadi enggak bahagia. Padahal, apapun yang ada di dunia ini pasti bakalan dinyinyirin juga. Entah itu baik atau buruk, kita enggak bisa memuaskan apa kata banyak orang.

Dulu, iya tahun lalu mungkin tepatnya, saya masih saja jadi ibu yang baper dan terlalu mikirin kata  orang. Endingnya, saya jadi enggak bahagia sendiri, mau ngapain takut dinyinyirin, mudah emosi dan keluarga jadi imbasnya. Bahkan, saya sampai mengalami krisis kepercayaan pada orang-orang terdekat.
Tapi semua sudah lewat yah, semenjak pertengahan Januari lal…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…