Skip to main content

KARENA CANTIK ITU DARI DALAM... DALAM DOMPET! IYA APA IYA?

KARENA CANTIK ITU DARI DALAM... DALAM DOMPET! IYA APA IYA?

KARENA CANTIK ITU DARI DALAM... DALAM DOMPET! IYA APA IYA? Cantik itu dari dalam, dalam dompet! Emang iya #menurutaku. Ngomongin #cantikdaridalamhati mah sekarang sudah enggak zaman. Kebanyakan orang menilai dari apa yang nampak, wong berbuat baik aja juga gitu kan?

Nah, #SelasaBercerita #ObrolanKeluarga #ObrolanRumahTangga minggu ini mau bahas yang bisa dibilang ada hubungannya sama rumah tangga, bisa dibilang enggak, yaitu soal cantik. Aku bisa bilang gini karena cantiknya isteri itu sebenarnya ya ada hubungannya sich sama persoalan dunia rumah tangga.

Beranjak dari foto-foto cantiknya Puspa Dewi yang sempat memenuhi timeline, aku dan Mak Aya sepakat mau bahas ini. Soalnya kan kami emak-emak yang sebenarnya juga butuh ‘cantik’ wkwkw... LOL

Baca punya Mak Aya :


Cantik itu dari dalam, dalam dompet! Iya apa iya?
Aku sich setuju dengan kata ‘cantik dari dalam”, dalam dompet loh maksudnya. Kalau ditanya kenapa, karena perawatan juga butuh duit. Beli skin care, beli gincu, beli bedak, nyalon, semua pakai duit. Semakin mahal harganya tentu semakin bagus hasilnya. Aku mah paham ada harga ada rupa. Haha... jadi ya mustahil aja sich gincu harga 5 ribu sama 50 ribu kok bagusan yang harga 5 ribu.

Terus, beli pakaian bagus, beli sepatu bagus juga pakai duit. Enggak kerja biar tangan sama kaki mulus, bayar asisten rumah tangga juga pakai duit kan? So, kalau masih mau bilang kalau cantik dari dalam, dalam hati... ya seribu satu kali yah? Meskipun masih ada kok wanita-wanita yang cantiknya alami dari dalam hati. #haish

Ngomongin soal cantik emang enggak ada habisnya.

Sebenarnya yah, berita tentang Puspa Dewi yang usia 50 tahunan masih body 17 tahunan ini enggak jauh beda sama berita Nia Ramadhani yang meskipun punya 3 anak tapi tetap santai. Yailah, kan di belakang mereka itu ada gelimang harta.

Puspa Dewi meskipun usia sudah setengah abad tapi wajah dan bodi masih abege ya lagi-lagi aku bilang kalau cantik dari dalam dompet itu tadi. Perawatan pastinya juga ke dokter ahli kulit, skin care juga bukan skin care abal-abal yang dijual di pasaran, makan juga makanan yang sehat, senam dan ngegym juga pakai duit. Hampir sama dengan Nia Ramadhani kan? 3 anak dengan 12 pembantu. Aku sich kalau gitu juga bisa santai.

Intinya gini dech, mau cantik itu pakai modal. Yups, modal alias duit. Semisal ada suami yang ngeluh karena isterinya enggak cantik, ya dimodalin dong yah. Aku jadi inget, suatu siang pernah nonton FTV yang ceritanya gini : ada sepasang suami isteri yang hidup bersama ibu si suami dan 2 orang anaknya. Pas pacaran, si isteri ini cantik. Pas udah nikah, dia hampir enggak pernah dandan dan kesehariannya pakai daster. Lah gimana mau dandan, pagi-pagi nyiapin sarapan, ngurusin 2 anak dan mertua, belum lagi nyiapin tetek bengek suaminya. Itu tanpa asisten rumah tangga. Terus si suami ini punya rekan kerja yang suka sama dia. Cantik. Si suami tergoda. Si isteri tahu, tapi dia enggak minta cerai. Dia coba ke rumah orang tuanya dengan alasan merawat ibunya yang sakit. Nah, disaat si isteri ini enggak ada, rekan kerja suaminya tadi tuh nyari muka. Sok jadi pahlawan yang mau menggantikan posisi sang isteri. Tapi nyatanya? ZONK. Hingga suami itu sadar banget, gimana beratnya tugas isterinya selama ini dan nyesel sudah menghianati pernikahan mereka.

Nah, di sini bisa disimpulkan, mau cantik? Ya dimodalin! Jangan nyesel kalau pas pacaran lebih cantik dari pas sudah nikah. Pas pacaran mah masih ngurus diri sendiri doang, nyari duit juga buat ngurus diri sendiri. Lah pas nikah? Urusan diri sendiri itu nomer sekian loh. yang penting liat rumah bersih, anak dan suami kenyang, pakaiannya bersih, enggak peduli sama body kucel dan pakaian asal yang penting nyaman.



Yah, aku sich memang bukan full ibu rumah tangga. Tapi kalau libur tuh aku beneran ngerasain jadi ibu rumah tangga itu memang enggak mudah. Beda sama kalau kerja. Yah kalau aku kerja, paling pagi beberes rumah dan masak terus mandi dan dandan cantik. Cuz... anak titipin embahnya. Etapi kalau libur? Perasaan pekerjaan rumah itu enggak ada habisnya. Sampai lupa mandi lupa makan. #IniSerius

Jadi, lagi-lagi, pengen isteri cantik ya dimodalin. Dib balik kecantikan isteri ada duit suami yang siap melayang ke sana-kemari. Ya kayak contohnya si Puspa Dewi atau isterinya Harie Tanoe itu. Usia sudah tua tapi masih cantik.

Bukan Cuma cantik itu bermodalkan duit saja, tapi juga happy. Duit ada banyak, suami setia, happy kan? Enggak mumet mikir ini ono. Enggak mumet mikir uang sekolah. Yaiya enggak mumet, bisa perawatan sana sini pasti uang sekolah anak lak yow sudah beres. Bisa juga dolan sana-sini. Kurang happy apa coba?

Ya ya ya... intiknya cantik itu dari dalam, dalam dompet. Mau isteri cantik, yuk modalin dong Pak... J

Comments

  1. Selain dompet juga istiqomah mbaaaa.... istiqomah ngerawat muka, istiqomah ngejaga makanan hihihi.... pengakuan dosa ni saya, sering belanja skincare yg lagi hype, cuma dipakai sekali dua kali.... T.T tante saya yang skincare dari jaman SMP murah meriah dipake telaten sampai sekarang mukanya jauh lebih segar dari saya, huhuhu.... *nyesek

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak, gonta ganti skin care itu malah enggak bagus ke kulit... aku sekarang sih setia sama satu skin care ajah dan efeknya emang lebih bagus sichhh

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH
MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH. Bahagia itu pilihan, tergantung bagaimana kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita. Kita enggak bisa mengatur mulut banyak orang, tapi kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita agar kita bisa BAHAGIA.
Kalau saya pikir sih, iya juga. Efek terlalu mikirin apa kata orang dan enggak mau dinyinyirin itu yang terkadang menjadi beban pikiran dan ujung-ujungnyan saya jadi enggak bahagia. Padahal, apapun yang ada di dunia ini pasti bakalan dinyinyirin juga. Entah itu baik atau buruk, kita enggak bisa memuaskan apa kata banyak orang.

Dulu, iya tahun lalu mungkin tepatnya, saya masih saja jadi ibu yang baper dan terlalu mikirin kata  orang. Endingnya, saya jadi enggak bahagia sendiri, mau ngapain takut dinyinyirin, mudah emosi dan keluarga jadi imbasnya. Bahkan, saya sampai mengalami krisis kepercayaan pada orang-orang terdekat.
Tapi semua sudah lewat yah, semenjak pertengahan Januari lal…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…