Skip to main content

DRAMA MENJELANG TIDUR ALA ARJUNA

DRAMA MENJELANG TIDUR ALA ARJUNA


DRAMA MENJELANG TIDUR ALA ARJUNA. Setiap mau tidur, setiap anak pasti mempunyai ritual sendiri-sendiri, iya enggak Bund? Pasti ada dong, kalau mau tidur harus nenen dulu, harus ngedot dulu, harus dipijitin, dibacain dongeng sampai harus dikelonin. Tiap anak pasti ritualnya beda-beda. Begitupun dengan Arjuna. Etapi, ritual Arjuna menjelang tidur itu dari waktu ke waktu selalu beda, kadang ada yang harus pakai drama dulu, kadang langsung rebahan dan merem, etapi kadang emaknya juga harus ngoceh dulu.



Ritual Yang Berbeda Dari Waktu ke Waktu

Kalau dulu sih ya, sewaktu Arjuna masih ngASI, sebelum tidur pasti nenen dulu. Emaknya teuteup enggak lupa bacain doa-doa. Terus, semenjak sudah enggak ngASI, ritual nenen pun digantikan ngedot, sembari teuteup bacain doa-doa dan surat-surat pendek. Makanya, Arjuna sampai hafal tuh bacaan doa mau tidur. Hafal dengernya loh maksud saya, soalnya kalau bacaannya baru hafal Wa Amut saja. Etapi dia itu paham, kalau saya bacain doa mau tidur itu artinya dia saya suruh tidur, kalau belum mau tidur yang mulut saya disuruh diem. Hehehe...

Dan ritualpun berganti semenjak Arjuna tahu tablet dan heboh dengan film Anak Jalanan. Dia suka dengerin lagunya Al yang Lagu Galau itu tuh. Sempat beberapa minggu, ritual jelang tidurnya Arjuna itu harus dengerin Lagu Galau miliknya Al Ghazali, keterlaluan enggak tuh padahal kala itu usia Arjuna baru 16 bulanan.

Dan ritual pun berubah, sebelum tidur Arjuna minta dipuk puk dulu, pernah juga harus dipijitin (sampai sekarang). Pernah juga harus tidur di kasur kesayangannya sewaktu bayi dan pernah harus tidur di depan tivi.

Semakin ke sini., semakin Arjuna besar, kadang mau tidur juga harus pakai drama dulu. Pernah loh, kalau mau tidur itu pakai rewel, ngedot, puk puk, barulah dia merem. Etapi kalau sudah merem ya gitu deh, bakalan nyenyak meskipun polahnya sama aja enggak bisa diem, mutar sana muter sini. Tapi ya gitu, anaknya bangunnya siang boooo...


Ritual Jelang Tidur Ala Arjuna Saat Ini

Kalau saat ini tuh ya, sebelum tidur Arjuna minta di puterin video Thomas dulu, kalau haus sih ya sambil ngedot. Kalau bosen Thomas sih dia sudah bisa minta Nina Bobok digit nyamuk gitu. Saya sempat heran, soalnya saya enggak pernah tuh nyanyiin Nina Bobok, soalnya biasa bacain doa dan surat pendek, lah nih anak kok tahu Nina Bobok dari mana? Ternyata eh ternyata, kalau sama adik saya, biar mau tidur suka dinyanyiin Nina Bobok dan Arjuna sampai sedikit hafal liriknya.  Jadi sekarang kalau mau tidur itu dia sudah bisa bilang maunya apa. Seperti, Omas (Thomas), Mik Cu (minum susu), Nina Bobok, Ijet (pijit) atau puk-puk.


Masih Suka ngeDrama

Soal ngedrama jangan ditanya. Mood anak itu syulit ditebak.  Tapi kalau Arjuna itu sering ngedramanya kalau sudah waktunya tidur dianya belum tidur. Bisa dipastikan tidurnya harus pakai rewel, harus ngedrama minta ini itu tapi teuteup pake nangis. Makanya kadang saya sebel kalau sudah waktunya tidur tapi masih diajak mainan. Soalnya kalau telat tidur, emaknya bakalan telat kerja, harus ngeladenin dramanya Arjuna *uhuks.

Drama jelang tidurnya ala Arjuna ini memang kadang sih. Keseringan terjadi kalau Arjuna telat tidur. Makanya, untuk mengantisipasi itu, sehabis Isya’ saya sudah nyiapin apa maunya Arjuna kalau mau tidur. Alat perang saya sih biasanya Cuma tab dan stamina yang kuat. Soalnya tuh ya, kalau sudah minta Nina Bobok dan puk-puk, saya harus nyanyi Nina Bobok dengan suara yang keras dan ngepuk-puk. Padahal tuh ya, saya kan juga ikutan mengantuk.


Wajarkah ngeDrama itu?

Menurut saya sih wajar ya, namanya juga anak kecil. Kebiasaan mungkin yang kadang mengharuskan tuh anak ngedrama. Makanya, untuk menghindari drama jelang tidurnya Arjuna, saya enggak pengen kalau Arjuna sampai telat tidur.

Nah Bund, itu adalah cerita drama jelang tidur ala Arjuna. So pasti bunda-bunda juga punya cerita drama jelang tidur si buah hati, kan? Makanya di share yuk...



Comments

  1. kalau anak lelaki dulu suaknay megang2 ujung bantal diplintir2 sampai tidur , kalau anak perempuanku ngelus2 bedong yg dari flanel sampai tidur. dan ini terus sampai SMA. akhirnya gak mau lagi karena piknik sama temannay dan menginap , dia malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh, aku dulu juga kalau mau tidur harus ngelonin guling sedari bayi loh Mbak
      lepasnya sih pas mau nikah
      tapi kalau ada kegiatan di luar sih tuh guling enggak aku bawa, jadi waktu mau tidur paling ketap-ketip, sampai entar kl bener2 ngantuk bgt pasti bisa merem.. hehe

      Delete
  2. waah kayaknya aku baru mampir nih kayaknya ke mama juna dot com
    waah kece nih bikin niche yang baru jd ada brp blog nih ma juna?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada 3 mom ophi, yang satu baru mau di TLD-in
      hehehe

      Delete
  3. Hihihi sama Aiman juga masih ngedrama. Kalau dia nggak tidur siang biasanya bisa tidur lebih awal tapi kalo tidur siang bisa mpe jam 1 baru tidur.
    Trus juga suka minta makan malam kedua kalo diajak tidur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah... Aiman betah melek nih
      Kalau makan malam kedua Juna enggak pernah sih, Ms. Enggak terbiasa...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH

MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH
MENJADI IBU BAHAGIA ITU... GAMPANG-GAMPANG SUSAH. Bahagia itu pilihan, tergantung bagaimana kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita. Kita enggak bisa mengatur mulut banyak orang, tapi kita bisa mengatur pola pikir dan perasaan kita agar kita bisa BAHAGIA.
Kalau saya pikir sih, iya juga. Efek terlalu mikirin apa kata orang dan enggak mau dinyinyirin itu yang terkadang menjadi beban pikiran dan ujung-ujungnyan saya jadi enggak bahagia. Padahal, apapun yang ada di dunia ini pasti bakalan dinyinyirin juga. Entah itu baik atau buruk, kita enggak bisa memuaskan apa kata banyak orang.

Dulu, iya tahun lalu mungkin tepatnya, saya masih saja jadi ibu yang baper dan terlalu mikirin kata  orang. Endingnya, saya jadi enggak bahagia sendiri, mau ngapain takut dinyinyirin, mudah emosi dan keluarga jadi imbasnya. Bahkan, saya sampai mengalami krisis kepercayaan pada orang-orang terdekat.
Tapi semua sudah lewat yah, semenjak pertengahan Januari lal…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…