Skip to main content

MEMBUAT AQUARIUM DARI KOTAK SEPATU

MEMBUAT AQUARIUM DARI KOTAK SEPATU


MEMBUAT AQUARIUM DARI KOTAK SEPATU. Sudah lama Mama Juna tidak membuatkan mainan sendiri untuk Baby Juna. Yups, September kemarin saya blas enggak bikin mainan sendiri buat Baby Juna. Bulan ini juga belum bikin. Bukannya kehabisan ide, wong jujur saja banyak permainan yang mau saya ajarin ke Baby Juna. Tapi lagi-lagi alasannya adalah waktu dan kesibukannya. Mama Juna ini sok sibuk, waktu sedikit longgar ya Cuma kalau weekend, itupun kalau enggak main keluar atau ada acara blogger.


Etapi, kali ini Mama Juna mau berbagi ide nih, yaitu membuat aquarium dari kotak sepatu. Sebenarnya project ini sudah bulan Agustus lalu. Tapi lagi dan lagi, Mamanya Juna itu so sibuk apa sok sibuk? Wkwkwk... LOL.


Sebelum saya jelasin alat, bahan dan caranya, saya mau sedikit cerita kenapa membuatkan aquarium dari kotak sepatu? Kenapa enggak beli aquariumnya saja, padahal Baby Juna kan suka mainan ikan di aquarium? Atau, kenapa enggak beli aquarium mainan yang ada di mall-mall itu?


Beli aquarium itu enggak murce, kan? Ada sih yang murce, tapi ya banyaklah pertimbangannya. Dan memang jujur, rumah saya enggak ada aquariumnya. Sementara kalau saya beli aquarium mainan? Harganya lagi-lagi enggak murce, dan saya paham betul dengan Baby Juna yang suka banting-banting mainannya. Lah kok kayaknya sayang gitu, mainan mahal-mahal terus dirusakin. Makanya, saya memilih bikin ajah. Selain ngirits, Mama Juna juga biar sedikit kreatif. Bikinnya juga pakai cinta loh... *ehhh


Alat dan bahan :
1.       Gunting
2.       Lakban dan doubletip
3.       Jarum dan benang
4.       Kotak sepatu
5.       Print-printan gambar ikan (saya menggunakan gambar Nemo karena Baby Juna suka Nemo)
6.       Sampul mika bening
7.       Kertas bekas

Cara membuat :
1.       Gunting gambar ikannya
2.       Tempelkan gambar ikan besar di dalam kotak sepatu, sementara guntingan ikan-ikan di gantungin
3.       Tutup kotak sepatu pakai sampul mika, biar seperti kaca
4.       Supaya lebih rapi, bungkus kotak sepatunya dengan kertas



Nah, emak-emak, alat bahan dan cara membuatnya mudah sekali, kan? Anak senang sekaligus mengedukasi loh. Punya Baby Juna sampai saat ini juga masih, meskipun suka dilempar ke sana-ke sini bahkan diinjak.

#SelamatMencoba




Comments

  1. kreatiiiff, besok bikin ginian sama Amay Aga ah..

    ReplyDelete
  2. Wah kreatifnya Mbak, pasti Juna seneng main mainan yang dibuat mamanya sendiri ^^

    ReplyDelete
  3. kreatif boleh juga nih dicoba heheee :D

    ReplyDelete
  4. tipsnya oke jg

    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
  5. kreatif. boleh dicoba juga nih. lumayan bisa jadi hiasan di rumah tanpa perlu merasa becek karena g ada airnya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan

STIMULASI ANAK USIA 15 – 18 Bulan. Anak usia 15 – 18 bulan sebenarnya tidak banyak mengalami perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan. Akan tetapi, anak justeru berktivitas yang membuat orang-orang terdekat menjadi gemas.


Di usia ini, anak biasanya sudah bisa berdiri tanpa berpegangan, malah ada juga yang sudah bisa jalan. Dan Alhamdulillah, Arjuna sudah bisa jalan di usianya yang menginjak 12 bulan, jadi saat usia 15 bulan dia sudah lari-lari. Usia 15 – 18 bulan, anak biasanya sudah bisa : 1.Membungkuk dan mengambil mainannya sendiri 2.Berjalan maju mundur, jinjit atau berputar-putar 3.Memanggil ayah ibunya dengan sebutan sesuai ajaran kedua orang tuanya 4.Menumpuk kubus atau kaleng 5.Memasukkan mainan ke dalam kotak 6.Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek 7.Memperlihatkan rasa cemburu

Baca : Perkembangan Arjuna Usia 17 Bulan dan PerkembanganArjuna Usia 18 Bulan

Sementara stimulasi untuk anak usia 15 – 18 bulan, antara lain :
1