Skip to main content

JUN, SINI MAMA MAU NGOMONG SAMA JUNA...



JUN, SINI MAMA MAU NGOMONG SAMA JUNA...

Hallo Juna, selamat hari anak nasional ya, nak? Sampaikan juga pada teman-temanmu di sekolah. Mama berdoa untukmu dan teman-temanmu, semoga kelak, kalian menjadi anak yang cerdas, anak sholeh, anak yang bermanfaat bagi sesama, anak yang baik.


Iya Jun, Mama berdoa kelak kalian menjadi anak yang cerdas.

Kenapa menjadi anak yang cerdas, Mam? Kenapa bukan menjadi anak yang pintar?

Sini Jun, mendekatlah sama Mama. Biarkan Mama jelaskan...


Anak cerdas dan anak pintar itu berbeda, Nak. Tapi jika kamu bisa menjadi keduanya, Mama pasti sangat bangga dan senang sekali. Tapi jika tidak, Mama berharap kelak kamu menjadi anak yang cerdas, sholeh, baik dan bermanfaat.

Nak, kamu tahu tidak kenapa Mama tak terlalu berharap kelak kamu menjadi anak yang pintar? Bagi Mama, pintar itu hanyalah sebutan untuk seseorang yang teratur dan disiplin sehingga mampu mengerjakan apa yang diperintahkan. Kebanyakan orang pintar melakukan segala sesuatunya dengan baik dan mampu mencernanya dengan sempurna. Kelak, jika kamu mau berusaha disiplin, kamupun bisa menjadi orang pintar, Nak. Tapi ingat, jangan jadi orang pintar yang pelit ilmu ya, Nak...

Sementara #AnakCerdasItu adalah anak yang tahu bagaimana memanfaatkan sesuati itu dengan maksimal. Atau, bahasa kerennya kreatif. Zaman now, orang kreatif bisa lebih beruntung dari orang pintar, Nak. Dan tahu tidak, Nak? Orang cerdas itu lebih suka berbagi.

Kamu tahu tidak, Nak? Ketika kebanyakan teman-teman Mama membanggakan akan kepintaran anak mereka, Mama hanya tersenyum. Mungkin, kamu belum sepintar mereka, tapi Mama selalu yakin kalau kamu adalah anak yang cerdas.

Kenapa Mama yakin kalau kamu anak yang cerdas? Karena Mama pernah membaca suatu artikel  tentang ciri-ciri anak cerdas, antara lain :
1.      Sangat aktif. Iya, aktif itu adalah ciri khas kamu, Nak. Kamu punya keaktifan yang lebih dari teman-teman kamu. Tapi kamu bukan anak yang hiperaktif kok, Nak.
2.      Konsentrasi intens. Nak, kamu sering sekali menghabiskan waktumu untuk berkonsentrasi mengerjakan apa yang kamu sukai. Seperti halnya saat kamu berkonsentrasi dengan lego-legomu. Kamu sama sekali tidak tergaggu dengan rayuan Mama untuk bermain mobil-mobilan ataupun gadget yang biasanya mampu mengalihkan duniamu. Hehehe...

3.      Daya ingat kuat. Iya Nak, dari kecil kamu memang punya daya ingat yang kuat. Di usiamu yang belum genap 4 tahun, kamu selalu bisa mengingat apa yang Ayah dan Mama janjikan, bahkan kamu juga ingat jalan ke rumah nenekmu ataupun jalan ke kantor Mama.

Kamu tahu tidak, Nak, hal yang membuat Ayah dan Mamamu paham betul kalau kamu punya daya ingat kuat? Yaitu karena kamu sangat lihai menyelesaikan game yang mencocokkan 2 gambar. Iya... untuk seusiamu, bagi Mama kamu terlalu hebat, Nak.
4.      Memiliki kosa kata tinggi. Argh, setiap hari kamu selalu saja mempunyai kosa kata baru dan mempunyai kalimat-kalimat baru yang membuat Ayah dan Mamamu takjub. Dan saking senangnya, Mamamu ini mengabadikannya lewat sebuah post, Celoteh Arjuna.
5.      Memperhatikan detail. Kamu juga sering sekali memperhatikan hal-hal kecil yang sering kali orang-orang lewatkan. Lalu, kamu akan bertanya kenapa pada Ayah dan Mamamu. Sayangnya, kami sering sekali kebingungan untuk menjawabnya.
6.      Suka berimajinasi. Soal imajinasi, mungkinkah ini nurun dari Mamamu yang suka menulis ini? Entahlah, Nak. Tapi kamu sering sekali berimajinasi tentang mainan atau tontonan yang kamu sukai.
7.      Tertarik dengan banyak hal. Yang ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Kamu itu anak yang kepo, anak yang selalu ingin tahu dengan hal-hal baru, dan kamu tidak mudah puas dengan apa yang kamu ketahui saat ini,
8.      Mempunyai bakat seni. Nak, soal seni apalagi musik, ini turunan Ayahmu. Iya, Ayahmu ingin jika kelak kamu bisa memainkan alat musik meski sebatas gitar atau piano ataupun drum. Tapi nyatanya, kamu justeru lebih suka menyanyi.


Kamu tahu tidak, Nak? Karena kamu punya ciri-ciri anak yang cerdas, selama ini Mama berusaha untuk meningkatkan kecerdasan kamu?

Pertama, Mama selalu memaksa kamu agar kamu mau sarapan setiap pagi. Tidak harus sarapan bubur maupun nasi seperti teman-temanmu, tapi sarapan sereal saja tak mengapa. Yang penting kamu mau sarapan.

Kenapa kamu harus sarapan? Menurut suatu penelitian yang dilakukan di Ulm University, Jerman, anak yang mengawali paginya dengan sarapan, dia memliki memori yang lebih tajam daripada anak yang tidak sarapan. Kamu punya daya ingat kuat, Mama ingin meningkatkan daya ingatmu, Nak.

Kedua, Mama sering sekali memuji kamu kan, Nak? Iya, sekecil apapun kehebatan kamu, Mama akan memujinya. Kenapa? Karena Mama tahu, pujian akan memberikan keyakinan padamu kalau kamu akan bisa melakukan hal yang lebih dan lebih.



Ketiga, memberikan stimulasi sesuai perkembangan usia kamu. Kamu ingat tidak, Nak? Meskipun Mama tidak memberimu stimulasi secara lengkap, Mamamu selalu berusaha menstimulasi sesuai kemampuan Mama.


Keempat, Ayah dan Mamamu ini selalu memberikan kasih sayang yang lebih. Kamu tahu kenapa? Karena kasih sayang itu hal yang sangat berharga sekali.

Kelima, Ayah dan Mamamu mengajarkanmu akan kemandirian dan tanggung jawab. Salah satu caranya ya menyekolahkan kamu sejak dini tanpa ditunggui. Karena Mama yakin, dengan menyekolahkan kamu adalah melatih kemandirianmu.


Sementara untuk melatih rasa tanggung jawab, sudah kami ajarkan dengan cara meminta maaf jika kamu salah, membereskan mainan yang kamu berantakan.

Keenam, Ayah dan Mamamu ini sama-sama bekerja, tapi setiap sore sampai malam dan setiap libur, kami akan memberikan waktu kami untukmu. Semua kami lakukan, agar kamu tak pernah kurang perhatian.

Jadi, meskipun kedua orang tuamu bekerja, kami selalu punya cerita mengajakmu bermain ataupun bepergian bersama.

Ketujuh, mengajakmu membuat mainan sendiri. Nak, anak cerdas itu anak yang kreatif. Mainan itu tidak harus beli, kita bisa belajar sambil bermain. Salah satunya membuat mainan sendiri. Kamu ingat tidak, saat Mama membuatkanmu aquarium dari kardus, membuat celengan dari kardus, terus membuat playdough sendiri?

Delapan, Ayah dan Mama memang tak pernah memaksamu untuk belajar. Kami tahu, memaksamu hanya akan membuatmu marah bahkan membenci kami. Mama lebih suka mengajakmu belajar sesuai inginmu, dan Mama tahu, tanpa Mama paksa, kamupun akan bisa kok, Nak.

Terakhir, memberimu Cerebrofort. Memberi multivitamin itu penting sekali, Nak. Dan Mama yakin Cerebrofort adalah multivitamin yang pas buat anak cerdas seperti kamu. Cerebrofort ini mengandung :Dari 3 varian cerebrofort, yaitu cerebrofort gold rasa jeruk dan strawberry serta cerebrofort marine gummy, kamu sangat suka sekali yang gummy karena seperti permen.



Sudah ya, Nak. Hanya itu yang Mama ceritakan. Kelak, jangan kecewakan kami ya anak cerdas. Dan selalu ingatlah kalau kedua orang tuamu ini selalu #DukungCerdasnya Arjuna. J

Comments

  1. Moga kelak Juna bisa menjadi anak cerdas seperti yg diharapkan Mama dan Ayah, ya.

    Selamat Hari Anak Nasional ����

    ReplyDelete
  2. Nanti klo Juna udah besar pasti mewek baca tulisan-tulisan mamanya.. 🙈🙈🙈

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS

DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS


DIY : MEMBUAT CELENGAN DARI KARDUS BEKAS. Akhir-akhir ini, mamah juna lagi rajin banget bikinin mainan sendiri buat Baby Juna. Yups, selain mencari irits, mamah juna juga mau belajar kreatif dan menstimulasi kecerdasan Baby Juna. Selain itu, juga mau mengalihkan perhatian Baby Juna dari tablet dan Thomas.
Baca : MorinagaChil Go, Bekal Masa Depan Untuk Generasi Platinum
Nah, setelah hari Minggu kemarin saya ngajakin Baby Juna mainan Fingger Paint dan Flubby Jelly, maka hari Kamis kemarin saya ngajakin Baby Juna main celengan. Kebetulan sayanya izin lantaran di rumah ada orang meninggal dan enggak ada yang momong Baby Juna.
Sebenarnya, Baby Juna sih sudah dari dulu sering main celeng-celengan. Kalau enggak salah semenjak usianya 17 bulanan. Kala itu sih karena kalau liat uang receh tahunya kerokan (secara saya kalau sakit harus dikerokin emak baru sembuh). Nah, dan kebetulan juga Baby Juna punya celengan. Makanya, saya alihkan ke celengan daripada k…

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS

MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS
MEMBUAT DRUM DENGAN KALENG SUSU BEKAS. Anaknya minum sufor? Banyak kaleng susu bekas? Kenapa enggak dimanfaatin saja buat bikin mainan?


Berawal dari kaleng susu bekas, bisa dibuat permainan loh. Kalau Arjuna itu, kaleng susu bekasnya suka banget buat mainan. Mulai dari disusun sampai setinggi-tingginya sampai dibikin drum.

Dan melihat Arjuna suka mukul-mukul kaleng susu bekasnya dengan ngasal, akhirnya sayapun punya ide, kenapa enggak dibikin drum saja? Alat pemukulnya sendoknya? So, kaleng dan sendoknya bakalan bermanfaat dari pada harus nganggur cantik di tempat sampah.


Oke, mari kita eksekusi, gimana sih caranya bikin drum dari kaleng susu bekas? Yang jelas sih gampang banget. Siapin ajah alat dan bahannya : kaleng susu bekas, sendok susu bekas, rafia, gunting dan solasi.
Cara bikin drum dari kaleng susu bekas : 1.Kumpulin kalengnya jadi satu 2.Lalu ikat dengan rafia (diikat supaya menjadi satu, biar enggak bececeran)

Cara bikin pemukul drum dari send…

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA

STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA
STOP MEMBANDINGKAN! SETIAP ANAK MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERBEDA. Pernah ngalamin enggak, anaknya dibanding-bandingkan sama anak tetangga atau anak saudara? Saya mah sering, dan jujur sich ada yang bikin saya baper. Wkwkwk...*emaknya Juna emang gampang baper. LOL
Sebenarnya saya sich enggak suka kalau dibanding-bandingin gitu. Wong saya juga anti banget kalau sudah dibandingin, makanya enggak mau juga kalau Arjuna dibandingin. Karena buat saya, kemampuan setiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jangankan sama anak orang lain yang beda orang tua, beda pola asuh, terkadang sama adek kakak bahkan saudara kembar yang orang tuanya sama, pola asuhnya sama ajah berbeda, jadi... SAY NO TO NGEBANDINGIN, yah?!

Sebelum saya mau cuit-cuit lebih lanjut nih, saya mau cerita dulu soal Arjuna yang pernah dibanding-bandingin.
Arjuna pernah dibanding-bandingin sama kakak sepupunya yang usia selisih …