Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

CELOTEH ARJUNA PART 5

CELOTEH ARJUNA PART 5 


Celoteh Arjuna datang lagi setelah sekian lama hiatus. Padahal selama ini banyak banget celoteh-celotehnya yang bikin ngakak. Hahaha... Etapi karena simbok syibuk dengan kerjaan dunia nyata, sibuk sama anak orang yang mau ujian, terus kelulusan dan sekarang yang kelas VII & VIII baru test kenaikan kelas. Jadilah, banyak celoteh Juna yang skip dan mungkin simbok lupa. #maafkeun


#Celoteh 1 
Di tempat aku, ada namanya rosok (barang bekas). Jadi, biasanya ada mobil bak kecil gitu, siang hari bawa toa sambil teriak : “rosok... rosok...” 


Juna rada takut sama nih rosok. Bisa banget jadi andalan kalau dia bandel, huhuhu. Padahal kan ngancem enggak boleh, ye kan? Hla tapi gimana, kalau enggak digituin Junanya malah semakin semau guweh. 


Siang itu... 
Mama : “Rosok... rosok... Juna bawanen...” 
Maksud hati biar anaknya nurut, mau bobok siang. Tapi yang ada... 
Juna : “Rosok... rosok... bawa Ayahku. Ayahku nakal...” 


@#$%^&*(O 


#Celoteh 2 
Lagi mainan sama aku. Bi…

Kafe-Kafe yang Membuktikan Tempat Nongkrong di Bandung Ga Ada Matinya

Kafe-Kafe yang Membuktikan Tempat Nongkrong di Bandung Ga Ada Matinya


Meski status sudah emak-emak, nongkrong di kafe tetaplah menjadi salah satu ritual favorit saya. Di Boyolali sendiri, ada beberapa kafe yang instragamable. Pun di Solo.


Tapi kali ini, saya tidak akan bercerita soal kafe yang berada di Boyolali mauun di Solo. Melainkan, kafe-kafe di Bandung—tempat Dilan dan Milea menorehkan cerita. Hahaha... Apalagi, mengingat saya pernah ke Bandung dan kalau boleh jujur sih rasanya ingin ke Bandung lagi dan menikmatinya bersama orang tersayang. 


Baca : Apa yang Terlintas Di Benakmu Ketika Mendengar Nama DILAN


Bukan hanya Factory Outlet atau pemandangan alamnya saja yang bikin setiap traveler Indonesia betah mengunjungi Bandung, ada banyak tempat wisata di Bandung yang nggak melulu tentang alam dan belanja. Satu hal yang wajib dirasakan pengalamannya adalah kuliner dari kota dengan julukan Paris van Java ini. Sudah bukan rahasia lagi kalau makanan-makanan khas Tanah Sunda populer di s…

AKU (BUKAN) ISTERI YANG PINTER MASAK...

AKU (BUKAN) ISTERI YANG PINTER MASAK...
Ada yang bilang, lelaki jatuh cinta bukan hanya dari pandangan, tapi bisa jadi karena masakanmu...
Sewaktu ada yang bilang seperti itu ke aku, aku hanya bisa ngakak. Hahaha... Hla gimana, yah? Urusan masak memasak buat aku masih skip. 5 tahun menikah, aku termasuk isteri yang jarang masak. Kalaupun masak, pasti gitu doang-gitu doang. Huhuhuhu...
Di postingan #KEBCollabwriting kali ini, trigger post pertama dari Mba Hana M Zwan yang berjudul “Kemangi, Olahan Sedap Yang Menggugah Selera”, aku mau bercerita soal masak-memasak. Dan... yah, aku adalah isteri yang enggak pinter masak. Tapi bukan berarti enggak bisa masak loh, ya? Bisa kok... meski sebatas ngegoreng telor ceplok atau goreng tempe. Hahaha... LOL

Pernah enggak, suami komplain? Hmm... sedari pacaran, Beliau tahu banget gimana watak isterinya. Kalau mood lagi bagus, maunya mah nyobain berbagai resep. Tapi kalau malas datang menghadang dan itu mah sering banget, yaudah kita jajan ajah. Suda…

ARISAN? YAY OR NAY?

ARISAN? YAY OR NAY?
#KEBCollaborativeBlogging episode 3 dengan tema keuangan keluarga/perempuan, oleh Mak Lisdha Daniati yang berjudul “Arisan Perekat Silahturahmi?”.
Ngomongin soal keuangan keluarga dan arisan, aku punya cerita sendiri. Hmm... Soal keuangan keluarga, aku mungkin belum bisa manager keuangan yang baik buat keluarga. Iya, lah gimana enggak kalau akunya masih gampang banget tergoda buat belanja-belanji ‘sesuatu’ yang enggak penting dan selalu diaamiinkan Pak Suami karena kepengen lihat isterinya senyum. Wkwkwkw... #JanganDitiru


Sebelum aku ngebahas soal arisan, aku mau sedikit cerita soal keuangan keluarga.
Memulai biduk rumah tangga dari 0, di mana gaji suami benar-benar limit banget dan aku masih kuliah. Beberapa minggu setelah menikah, Alhamdulillah dapat pekerjaan. Waktu itu aku masih kuliah semester 6. Dan percaya banget, ada rejeki setelah menikah. Gaji yang kalau aku pikir Cuma habis setengah bulan, ternyata bisa menghidupi kami hingga saat ini. Jangan ditanya bagaim…